Rejang Lebong, Spoiler.id – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah, di samping sektor pertanian dan pariwisata. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, saat meresmikan dimulainya proyek revitalisasi SDN 46 Rejang Lebong, Senin (6/10).
“Dunia pendidikan tetap menjadi sektor prioritas utama di masa kepemimpinan kami, meskipun di tengah keterbatasan anggaran,” ujar Fikri.
Ia menjelaskan, Pemkab Rejang Lebong berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah agar tidak ada lagi sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sejak awal menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kami banyak menerima laporan dari kepala sekolah mengenai kondisi sekolah yang rusak dan tidak layak. Ini menjadi tanggung jawab moral kami untuk memperbaikinya,” katanya.
Fikri menambahkan, alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Kabupaten Rejang Lebong setiap tahun mencapai lebih dari 20 persen dari total anggaran daerah. Salah satunya dialokasikan untuk proyek revitalisasi SDN 46 Rejang Lebong dengan nilai Rp946 juta, yang digunakan untuk memperbaiki enam ruang kelas, ruang perpustakaan, toilet, dan ruang UKS.
Ia menegaskan agar proses pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara transparan, sesuai dengan perencanaan, dan menghasilkan bangunan berkualitas yang memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala SDN 46 Rejang Lebong, Ira Mamot, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap sekolah mereka. Ia berharap proyek revitalisasi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami sangat awam dengan proses pembangunan, karena itu kami juga berharap adanya pendampingan dari Kejari Rejang Lebong agar pelaksanaan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Dengan program revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap seluruh siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan representatif.
















































