Kabinet Tambah Kursi, Beban Kerja atau Beban Anggaran?

0
88

Jakarta, Spoiler.id – Presiden Prabowo Subianto menambah formasi Wakil Menteri (Wamen) di Kabinet Merah Putih, menyempurnakan struktur Badan Pengaturan BUMN, membentuk Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, serta melantik dua Asisten Khusus Presiden.

Langkah ini diumumkan dalam pelantikan resmi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025, hanya beberapa pekan menjelang satu tahun usia kabinet berjalan.

Dua Wakil Menteri Baru: Kemendagri dan Kemenkes

Presiden menambahkan kursi Wamen pada dua kementerian kunci, yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Penambahan ini dilakukan dalam rangka mendukung implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi fokus utama pemerintahan.

Akhmad Wiyagus ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri mendampingi Tito Karnavian, bersama dua wamen lain, Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk.

Menteri Tito menyambut baik penambahan tersebut dan menyebut akan membagi penugasan tiga wamen berdasarkan zona wilayah: barat, tengah, dan timur.

“Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia. Bayangkan, ada 29 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten, dan lebih dari 70 ribu desa. Dengan tiga wamen, tugas bisa lebih optimal,” kata Tito.

Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan, mendampingi Wamenkes sebelumnya, Dante Saksono Harbuwono. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, penunjukan ini sejalan dengan komitmen Presiden dalam memberantas tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

“Presiden ingin penyakit yang membunuh 125 ribu orang per tahun ini cepat diatasi. Wamenkes baru akan memperkuat program ini,” ujar Budi.

Benjamin mengungkapkan pentingnya gaya hidup sehat dan membagikan pengalamannya dalam menjaga pola hidup, termasuk menurunkan berat badan demi menghindari risiko diabetes.

Donny Oskaria Pimpin Badan Pengaturan BUMN

Presiden Prabowo juga menetapkan Donny Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Ia didampingi Aminuddin Ma’ruf dan Tedi Bharata sebagai wakil.

Donny menyatakan akan mendorong percepatan transformasi dan konsolidasi BUMN agar lebih kompetitif. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan holding BUMN baru, Danantara.

“Transformasi harus signifikan. BUMN harus dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada nilai tambah,” ujarnya.

Donny juga menyatakan kesiapan BP BUMN mendukung Program Magang Nasional untuk memperkuat SDM muda.

Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua

Presiden turut melantik Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, dipimpin oleh Velix Wanggai, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P/2025.

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa komite ini akan membantu Badan Pengarah Pembangunan Otsus Papua sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang.

Velix menegaskan komite akan mengelola agenda pembangunan Papua secara menyeluruh dan terintegrasi, termasuk dengan sektor swasta dan lintas kementerian.

Gubernur Papua Mathias Fakhiri menyatakan akan bersinergi penuh dengan komite, dan menjadikan pendidikan serta kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan Papua.

Dua Asisten Khusus Baru Dukung Kerja Presiden

Presiden Prabowo juga mengangkat Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra sebagai Asisten Khusus Presiden, berdasarkan Keppres Nomor 33/M Tahun 2025.

Keduanya akan bertugas di bidang analisa data, kebijakan strategis, serta penyusunan pidato Presiden.

“Selama ini mereka sudah membantu Presiden. Kini secara resmi diangkat untuk memperkuat kerja tim kepresidenan,” ujar Mensesneg.

Komitmen Presiden: Tim Solid Hadapi Ketidakpastian Global

Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintahannya harus bekerja cepat, solid, dan siap menghadapi situasi global yang tidak menentu.

“Kita harus kompak, kita punya tim yang baik. Salah bicara itu biasa, yang penting niat baik dan kerja keras,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here