Jakarta, Spoiler.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan rencana pembangunan studio khusus guna mendukung pembelajaran virtual bagi siswa di berbagai pelosok tanah air. Melalui studio tersebut, guru-guru terbaik dari seluruh Indonesia akan mengajar secara daring dan menjangkau sekolah-sekolah yang selama ini kesulitan memperoleh akses pendidikan bermutu.
“Kita akan bikin studio, di studio ini guru-guru terbaik akan mengajar dan pelajaran dia bisa diterima di seluruh pelosok Indonesia,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Menurut Presiden, kehadiran studio pengajaran ini akan menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, termasuk di daerah pegunungan dan pulau-pulau yang sulit dijangkau. Bahkan, ia menambahkan, masih banyak sekolah di pinggiran ibu kota seperti Jakarta yang belum memiliki tenaga pengajar mumpuni untuk bidang-bidang studi yang kompleks.
“Jadi semua sekolah akan dapat akses kepada guru yang paling baik, di bidang-bidang yang sulit, yang sangat sulit selalu adalah, apalagi di gunung-gunung, pulau terpencil,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa melalui sistem pengajaran terpusat ini, sekitar 330.000 sekolah di seluruh Indonesia dapat menerima pelajaran yang diberikan secara langsung dari studio. Gagasan ini, menurutnya, merupakan langkah besar dalam pemerataan pendidikan nasional.
“Sekarang dari tempat studio terpusat bisa ngajar, bisa diterima oleh 330.000 sekolah,” tuturnya.
Pemerintah, sambung Prabowo, telah mulai mendistribusikan perangkat pendukung pembelajaran digital berupa layar televisi ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Pada tahun 2025, satu layar telah dibagikan ke tiap sekolah. Ke depan, jumlahnya akan ditingkatkan secara bertahap.
“Tahun depan rencananya adalah kita akan tambah, tambah 3 layar. Jadi tahun ini kita mampu satu layar, tahun depan kita akan bagi 3 layar. Berarti di setiap sekolah akan ada 4 ruangan yang punya layar ini,” jelas Presiden.
Ia juga menargetkan penambahan dua layar lagi pada tahun 2027, sehingga satu sekolah bisa memiliki enam kelas dengan akses layar pembelajaran.
Dengan penguatan infrastruktur ini, Prabowo berharap seluruh anak-anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat menikmati akses terhadap materi pelajaran terkini, berkualitas, dan didukung animasi serta metode pengajaran modern.
















































