Pemkab Bengkulu Tengah Ajukan Dana Rp 53 Miliar untuk Bangun Empat Jembatan Rusak

0
216
Kepala Dinas PUPR Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah. (Spoiler.id)

Bengkulu Tengah, Spoiler.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah mengajukan permohonan anggaran sebesar Rp 53,3 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan empat jembatan penting yang telah rusak parah akibat banjir bandang.

Infrastruktur tersebut dinilai sangat krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, mengatakan bahwa proposal pendanaan diajukan melalui koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu agar dapat dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami kembali mengajukan permintaan dukungan anggaran untuk pembangunan sejumlah jembatan yang bersifat strategis. Respon dari BPJN cukup cepat,” ujar Febrian, Jumat (30/5/2025).

Berdasarkan surat undangan evaluasi dan klarifikasi dari BPJN Bengkulu tertanggal 27 Mei 2025, empat usulan jembatan dari Bengkulu Tengah telah dimasukkan dalam daftar pembahasan:

  1. Jembatan Taba Pasmah–Air Bengkulu (Rp 18,3 miliar)

  2. Jembatan Penanding–Air Rindu Hati (Rp 15,09 miliar)

  3. Jembatan Tanjung Raman–Air Rindu Hati (Rp 15,11 miliar)

  4. Jembatan Air Ringkis–Desa Rajak Besi (Rp 4,81 miliar)

Total anggaran yang diajukan mencapai Rp 53,35 miliar. Keempat jembatan tersebut memiliki peran vital dalam memperlancar konektivitas antarwilayah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pembangunan ini bukan hanya menjawab kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari langkah strategis mengatasi kesenjangan infrastruktur antara desa dan ibukota kabupaten,” jelas Febrian.

Ia juga menyebut bahwa beberapa pengajuan serupa sempat tertunda sebelumnya akibat rasionalisasi anggaran pusat.

Evaluasi terhadap usulan tersebut dijadwalkan akan dilakukan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 3 Juni 2025, dengan melibatkan Kementerian PUPR, Pemprov Bengkulu, dan perwakilan dari beberapa kabupaten lainnya.

“Kami berharap proses evaluasi ini menjadi pintu masuk percepatan pembangunan dan memperkuat kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.

Korban Jiwa Akibat Jembatan Rusak

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, sebelumnya menerima banyak keluhan dari warga terkait kerusakan jembatan yang belum kunjung diperbaiki. Beberapa insiden bahkan merenggut korban jiwa.

Kepala Desa Penanding, Tusim, menyebut bahwa dua warganya, yang merupakan ibu-ibu, tewas akibat terseret arus saat menyeberangi sungai sambil membawa hasil panen kelapa sawit.

“Mereka hanyut karena tidak ada jembatan yang layak. Ini tragis dan sudah terjadi sejak 2022. Bahkan anak-anak sekolah pun setiap hari mempertaruhkan nyawa,” kata Tusim.

Pewarta: Yulisman
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here