Empat Warga Meninggal akibat DBD di Kota Bengkulu, Dinkes Intensifkan Fogging dan Sosialisasi

0
196
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani. (Spoiler.id)

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mencatat sebanyak empat warga meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga awal Juni 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, tercatat sebanyak 148 kasus DBD yang tersebar di berbagai kelurahan.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka kasus dan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam mengantisipasi tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.

“Dengan maraknya kasus DBD di Kota Bengkulu, kita prihatin terhadap kondisi lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk gotong royong membersihkan lingkungan, terutama menghilangkan genangan air,” ujar Joni di Bengkulu, Rabu (4/6/2025).

Dalam rangka menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini, Dinkes telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain pemantauan wilayah dengan kasus aktif, pembagian abate, serta pelaksanaan fogging secara selektif.

Fogging, kata Joni, hanya dilakukan di lokasi dengan minimal dua kasus DBD dalam satu lingkungan, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Selain pengasapan, pendekatan edukatif terus digencarkan, khususnya melalui kampanye gerakan 3M plus—yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

“Yang sangat efektif adalah penerapan 3M. Jangan biarkan air menggenang, karena itu menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” jelasnya.

Dinkes juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, karena kondisi tersebut dapat mempercepat siklus hidup nyamuk pembawa virus DBD.

Sosialisasi pencegahan dan penanganan DBD juga terus dilakukan melalui puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bengkulu, dengan harapan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kunci keberhasilan pengendalian DBD ada di tangan masyarakat. Pemerintah hanya bisa memfasilitasi dan mendorong,” pungkas Joni.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here