Pemprov Bengkulu Evakuasi Enam Warga Sakit dari Pulau Enggano 

0
76
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. (Spoiler.id)

Bengkulu, Spoiler.id – Enam warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, yang menderita sakit berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu menggunakan kapal feri KMP Pulo Tello. Hal ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Sabtu (7/6).

“Keenam warga kita yang sakit sudah tiba dengan selamat di Pelabuhan Pulau Baai. Mereka langsung dijemput tim kesehatan pelabuhan dan RSUD M Yunus untuk segera dirujuk ke instalasi gawat darurat,” ujar Herwan.

Evakuasi ini baru bisa dilakukan setelah kapal KMP Pulo Tello yang sempat tertahan di Pulau Enggano selama hampir satu bulan berhasil diberangkatkan menuju Bengkulu. Kapal sebelumnya tidak bisa merapat ke dermaga karena pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai.

“Meski kapal belum bisa bersandar langsung di dermaga, proses langsir tetap dilaksanakan. Penumpang, termasuk pasien, dibantu dievakuasi oleh tim gabungan dari Basarnas, KSOP, Lanal, dan Pelindo. Total penumpang sekitar 140 orang, enam di antaranya warga sakit,” jelasnya.

Kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang melanda perairan Samudera Hindia menyebabkan alur Pelabuhan Pulau Baai tertutup pasir, menyulitkan kapal-kapal untuk masuk. Akibatnya, mobilitas dari dan ke Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia, sempat lumpuh selama dua bulan terakhir.

Saat ini, PT Pelindo telah memulai proses pengerukan alur pelabuhan sejak 29 Mei 2025. Pipa sepanjang lebih dari satu kilometer telah dipasang untuk mendukung kegiatan dredging. Pengujian keruk juga sedang berlangsung guna memastikan tak ada kebocoran pada pipa yang digunakan.

“Kalau kedalaman mencapai minimal empat meter, kapal penumpang dan distribusi logistik sudah bisa kembali berlabuh dengan aman. Ini akan memulihkan aktivitas perekonomian dan konektivitas Enggano,” tambah Herwan.

Herwan juga menegaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Pulau Baai sangat vital bagi Provinsi Bengkulu, khususnya untuk menjamin akses bagi masyarakat pulau terluar seperti Enggano.

Sebelumnya, keterbatasan transportasi laut membuat warga nekat menumpang kapal nelayan menuju Enggano. Pada 26 Mei 2025, sebuah kapal nelayan yang membawa lima penumpang sempat dilaporkan hilang kontak selama 30 jam dalam pelayaran dari Pelabuhan Pulau Baai ke Enggano. Kapal akhirnya ditemukan dalam keadaan mati mesin dan semua penumpang selamat.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here