Pemkot Bengkulu Pastikan Pasokan Solar Nelayan Aman, DKP Ajukan Bantuan ke KKP

0
87
Kondisi kapal nelayan di Kota Bengkulu yang terparkir di pinggir pantai. (Foto : Antaranews)

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar bagi nelayan, khususnya di Kelurahan Pondok Besi, Kelurahan Berkas, dan kawasan Kota Tuo, dalam kondisi aman dan tercukupi.

Kepastian ini diperoleh berdasarkan sistem rekomendasi berbasis aplikasi yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu. Aplikasi tersebut digunakan untuk mengatur distribusi solar kepada nelayan binaan pemerintah kota.

“Untuk kawasan nelayan yang berada di bawah naungan DKP Kota Bengkulu, proses penerbitan rekomendasi solar dilakukan melalui aplikasi dan alhamdulillah sejauh ini pasokan aman. Berdasarkan informasi dari pengelola SPDN di sekitar Berkas hingga Pasar Bengkulu, distribusi solar tidak mengalami kendala,” ujar Kepala DKP Kota Bengkulu, Tarzan Naidi, di Bengkulu, Minggu (15/6/2025).

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini, pasokan BBM jenis solar di SPDN nelayan tetap stabil, meskipun kelangkaan dan antrean sempat terjadi di beberapa SPDN lain yang melayani kendaraan umum maupun wilayah luar.

Dalam praktiknya, distribusi BBM untuk nelayan berjalan lancar. Rata-rata nelayan dengan kapal berkapasitas mesin 10 PK menerima jatah 10 liter solar untuk sekali melaut. Sedangkan kapal 20 PK mendapat jatah 20 liter.

Meski demikian, pihak DKP tetap melakukan pemantauan rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi dan kelangkaan solar bagi para nelayan di wilayah Kota Bengkulu.

Sebagai langkah lanjutan, DKP Kota Bengkulu juga telah mengajukan usulan bantuan perikanan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai total Rp18 miliar. Bantuan tersebut dirancang untuk memperkuat sektor perikanan tangkap, budidaya, serta perlindungan ekosistem pesisir.

Usulan tersebut terdiri dari bantuan budidaya sebesar Rp1,5 miliar, alat tangkap sebesar Rp9 miliar, penguatan daya saing Rp2 miliar, penanganan sampah laut Rp1 miliar, serta rehabilitasi hutan mangrove senilai Rp700 juta.

“Item bantuan yang kami usulkan meliputi pengadaan pakan, kolam fiber, boks pendingin, bibit dan indukan ikan, mesin kapal, GPS hingga alat berat seperti ekskavator mini,” tambah Tarzan.

Sebelumnya, ratusan nelayan di bawah SPDN Koperasi Sejahtera Kampung Bahari, Kelurahan Kampung Melayu, menggelar aksi protes akibat solar yang tidak tersedia selama hampir sebulan. Para nelayan mendesak pemerintah segera turun tangan menangani persoalan yang dinilai menghambat aktivitas melaut mereka.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here