Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai Molor Lagi, Gubernur Soroti Kinerja Pelindo

0
70
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, sidak Pelabuhan Pulau Baai, Senin (30/6). (Foto Humas Provinsi Bengkulu)

Bengkulu, Spoiler.id – Proyek pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai kembali mengalami keterlambatan. PT Pelindo selaku pihak pelaksana meminta perpanjangan waktu dua hari untuk menyelesaikan pekerjaan, menyusul inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Senin (30/6/2025).

Keterlambatan ini bukan yang pertama kali. Gubernur Helmi Hasan menyoroti ketidakkonsistenan jadwal pengerjaan yang terus berulang sejak proyek dimulai.

“Ini janji lagi, selesai dua hari. Nanti dua hari ke depan kita datang lagi. Janjinya tidak pernah tepat waktu,” tegas Helmi Hasan kepada wartawan saat sidak di lokasi pengerukan.

Dalam kesempatan itu, Helmi juga meminta agar PT Pelindo menambah armada kapal pengeruk untuk mempercepat proses pengerjaan. Namun permintaan tersebut ditolak oleh pihak Pelindo dengan alasan keterbatasan ruang pada alur pelabuhan.

“Ini bukan soal serius atau tidak. Tapi Pelindo mengaku sudah bekerja maksimal,” ujar Helmi menanggapi penjelasan General Manager PT Pelindo, Joko, yang mendampingi selama inspeksi.

Dorong Percepatan Revitalisasi dan Pembangunan Kawasan Pesisir

Tak hanya pengerukan, Helmi juga menekankan pentingnya revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan strategis di wilayah barat Indonesia. Ia berharap PT Pelindo segera menuntaskan pengerjaan pelabuhan ini, terlebih sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) untuk percepatan pembangunan kawasan Pulau Enggano.

“Pelabuhan Pulau Baai ini sangat strategis. Kalau dibandingkan pelabuhan di Sumsel, Sumbar, atau Lampung, kita jauh lebih luas. Sayang jika tidak dioptimalkan,” ujarnya.

Helmi juga melaporkan bahwa Pemprov Bengkulu telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kementerian tersebut telah mengirim kapal besar ke Pulau Enggano yang dapat digunakan untuk mengangkut warga ke Kota Bengkulu. Namun, kapal tersebut masih belum dapat difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian.

Selain itu, KKP juga telah mengalokasikan anggaran Rp25 miliar untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Enggano.

“Saya sudah minta Bupati Bengkulu Utara untuk menindaklanjuti bantuan dari KKP ini,” jelas Helmi.

Dukungan juga datang dari Kementerian Sosial, yang menganggarkan pembangunan lumbung bencana di Enggano sebagai bagian dari penguatan kawasan pesisir.

“Kapan prosesnya? Segera,” tegas Helmi, menekankan urgensi percepatan semua program yang berkaitan dengan wilayah terluar Provinsi Bengkulu tersebut.

Gubernur Helmi berharap sinergi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan PT Pelindo dapat mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan kepulauan Bengkulu, terutama dalam mendukung konektivitas dan perekonomian masyarakat Enggano.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here