Dikbud Kota Bengkulu Pastikan Tak Ada Sekolah Jual Seragam untuk Keuntungan

0
87
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra. (Foto Dok. TribunBengkulu.com)

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada praktik penjualan seragam sekolah yang dilakukan oleh pihak sekolah demi meraup keuntungan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Penjabat (Pj) Wali Kota Bengkulu, yang menekankan pentingnya menjaga etika serta integritas dalam sistem pendidikan.

“Sekolah tidak boleh menjual seragam. Mereka boleh memfasilitasi atau membantu pengadaan, tetapi tidak untuk mencari keuntungan. Kami akan terus melakukan pengawasan dan siap menindak sekolah yang melanggar,” ujar Ilham di Bengkulu, Rabu (9/7/2025).

Ilham menegaskan, dasar hukum pengawasan tersebut mengacu pada Pasal 181 dan 198 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, serta Pasal 12 Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik.

Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa tanggung jawab pengadaan seragam sekolah berada sepenuhnya di tangan orang tua atau wali murid. Sekolah tidak memiliki kewenangan menjual langsung seragam kepada siswa.

“Aturan ini penting untuk mencegah praktik-praktik pungutan liar dan potensi penyimpangan seperti mark-up harga seragam yang bisa merugikan orang tua,” lanjut Ilham.

Sebagai bentuk transparansi, pihak Dikbud Kota Bengkulu membuka kanal pengaduan bagi masyarakat atau wali murid yang menemukan praktik penjualan seragam ataupun pungutan yang tidak sesuai aturan di lingkungan sekolah.

Ilham juga mengajak semua pihak, termasuk komite sekolah dan masyarakat, untuk turut serta menjaga moralitas dan etika dalam dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan publik dalam membangun sistem pendidikan yang bersih, berkualitas, dan bermartabat.

“Kalau ingin pendidikan kita maju, semua pihak harus ikut menjaga. Jangan ada yang mencari keuntungan pribadi dari kebutuhan dasar siswa seperti seragam,” pungkasnya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here