Robot Bedah Canggih Da Vinci Xi Hadir di RI, Dokter Bakal Tersaingi?

0
78
Ilustrasi operasi bedah. (Foto Dok. iStock)

Jakarta, Spoiler.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia medis bukan bertujuan menggantikan peran dokter, melainkan memperkuat kinerja dan presisi layanan kesehatan, khususnya dalam tindakan bedah.

Pernyataan ini ia sampaikan usai menghadiri peluncuran The First Da Vinci Xi in Indonesia yang digelar RS Siloam di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

“Ini bukan artificial intelligence, tapi augmented intelligence,” ujar Budi Gunadi Sadikin, merujuk pada bagaimana AI harus dipahami sebagai teknologi pendamping yang memperkaya kemampuan manusia, bukan mengambil alih peran utamanya.

Robot medis seperti Da Vinci Xi dan Mako Spine, lanjut Budi, adalah contoh penerapan teknologi yang mampu memberi panduan titik-titik presisi pada tubuh pasien untuk keperluan pembedahan. Ini memungkinkan prosedur medis dilakukan dengan lebih akurat, aman, dan efisien.

“Mako itu untuk tulang belakang, menggunakan AI yang menunjukkan titik-titik mana saja yang harus ditangani. Dengan begitu, tindakan operasi menjadi jauh lebih presisi,” jelasnya.

Namun ia mengingatkan, secanggih apa pun sistem AI yang dikembangkan, tetap tidak bisa bekerja tanpa keterlibatan dokter. Karena itu, menurutnya, tenaga medis yang enggan beradaptasi dengan teknologi justru akan tertinggal.

“Dokter itu harus pakai AI. AI tidak mungkin berdiri sendiri. Tapi dokter yang menolak AI, ya akan terbelakang,” tegasnya.

AI Sebagai Kawan, Bukan Lawan

Dalam konteks globalisasi dan revolusi teknologi 4.0, Menkes mengajak semua pihak di dunia kedokteran untuk tidak melihat teknologi sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan mutu pelayanan. Ia menyebut integrasi teknologi dalam sistem kesehatan adalah keniscayaan, bukan pilihan.

“Dokter yang bijak adalah mereka yang bisa memanfaatkan teknologi untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” kata Budi.

Peluncuran robot bedah Da Vinci Xi yang kini tersedia di Indonesia menjadi tonggak baru dalam digitalisasi sektor kesehatan. Inovasi ini membuka harapan baru terhadap peningkatan standar medis dalam negeri, sekaligus menjadi simbol bahwa Indonesia siap memasuki era pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here