Jakarta, Spoiler.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan gagasan evaluasi total terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung. Usulan ini muncul sebagai tindak lanjut dari mandat Nahdlatul Ulama (NU) yang meminta PKB mengkaji ulang sistem Pilkada saat ini.
“Dari beberapa kali Munas NU, PKB diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Pilkada langsung. Hasilnya, pertama, biaya yang dibutuhkan untuk menjadi kepala daerah sangat tinggi dan sering kali tidak rasional. Kedua, daerah belum mampu mandiri karena terlalu bergantung pada pusat,” ujar Cak Imin di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (23/7/2025).
PKB, menurut Cak Imin, menawarkan dua skema baru pemilihan kepala daerah. Skema pertama adalah gubernur ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat karena dianggap sebagai perpanjangan tangan pusat. Sedangkan skema kedua, pemilihan bupati atau wali kota dilakukan oleh rakyat melalui DPRD, bukan langsung oleh masyarakat.
“Harus ada jalan tengah antara semangat rakyat dan kebutuhan pemerintah pusat. Maka, PKB mengusulkan gubernur cukup ditunjuk oleh pusat, dan bupati dipilih melalui DPRD,” tegasnya.
Cak Imin juga menyinggung perlunya undang-undang baru tentang sistem politik nasional yang mampu mempercepat pembangunan. Ia menilai, proses demokrasi dalam Pilkada langsung saat ini cenderung memperlambat konsolidasi birokrasi di daerah.
“Banyak kepala daerah yang mengeluh soal lambannya konsolidasi akibat proses politik yang panjang. Demi efisiensi dan akselerasi pembangunan, PKB mengusulkan pemilihan kepala daerah kembali melalui DPRD atau penunjukan pusat,” ucapnya.
Terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan Pilkada dan Pemilu, Cak Imin menyatakan bahwa sejauh ini hanya penundaan pemilihan DPRD yang mendapat persetujuan, sementara komponen lainnya belum disepakati di DPR.
“Isu pemisahan antara Pilkada dan Pemilu memang berkembang, tapi yang baru disetujui hanya penundaan pemilu DPRD. Selebihnya, masih tarik-ulur,” pungkasnya.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































