
Bengkulu, Spoiler.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, muncul fenomena viral di media sosial yang memunculkan ajakan untuk mengibarkan bendera bajak laut dari serial animasi Jepang *One Piece* sebagai bentuk protes terhadap kondisi bangsa. Seruan tersebut menuai beragam tanggapan, termasuk dari kalangan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Rainer Atu, S.E., M.Pd., menegaskan bahwa ajakan mengibarkan bendera selain Merah Putih pada momentum Hari Kemerdekaan merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita harus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Mengibarkan bendera selain Merah Putih pada hari bersejarah bangsa bukanlah bentuk ekspresi positif, tetapi justru bisa menurunkan nilai patriotisme,” kata Rainer.
Rainer menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Bengkulu agar mengedukasi siswa tentang makna bendera Merah Putih serta pentingnya menjaga simbol-simbol negara.
“Dinas Pendidikan tidak hanya berperan dalam mengatur kurikulum, tetapi juga bertanggung jawab dalam pembinaan karakter kebangsaan. Kami imbau seluruh pelajar agar tidak ikut-ikutan tren yang bisa menodai makna perjuangan kemerdekaan,” ujarnya.
Bendera bajak laut *One Piece*, yang dikenal sebagai simbol kru Topi Jerami pimpinan Monkey D. Luffy, memiliki warna dasar hitam dengan gambar tengkorak mengenakan topi jerami di bagian tengahnya. Dalam beberapa unggahan media sosial, sebagian warganet menyebut pengibaran bendera tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah yang dianggap gagal mensejahterakan rakyat.
Namun, pemerintah dan sejumlah tokoh masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. “Kritik kepada pemerintah bisa disampaikan melalui cara yang konstruktif, bukan dengan mengganti simbol negara yang menjadi identitas perjuangan bangsa,” tegas Rainer.
Ia juga mengajak masyarakat, terutama kalangan muda, untuk memperingati HUT RI ke-80 dengan kegiatan yang lebih positif seperti lomba, pentas seni, dan upacara bendera.
“Momentum kemerdekaan seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya.















































