Animator Pakistan Siap Tuntut Kreator Film Animasi “Merah Putih: One for All”

0
67
Film animasi Merah Putih: One for All. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Animator sekaligus digital artis independen asal Pakistan, Junaid Miran, menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap pembuat film animasi kontroversial Merah Putih: One for All. Langkah ini diambil setelah ia menuding kreator film tersebut menggunakan aset karakter ciptaannya tanpa izin.

Dalam unggahan video di YouTube, Miran menyampaikan keberaniannya untuk menuntut didorong oleh banyak dukungan netizen. “Aku siap menuntut mereka yang bertanggung jawab atas ketidakadilan ini. Aku siap bangkit dan menuntut pertanggungjawaban yang kita semua dambakan,” ujarnya melalui suara AI berbahasa Indonesia, Senin (1/9).

Miran mengakui dirinya hanya seorang seniman independen yang menggantungkan hidup dari penjualan karya mandiri. Ia menyebut tantangan besar menghadang bila benar-benar menempuh jalur hukum lintas negara, mulai dari perbedaan aturan, biaya pengacara, hingga kebutuhan logistik.

Untuk itu, Miran meminta dukungan publik dengan membeli karyanya di laman Patreon. Ia menyiapkan 10 karya digital beresolusi 6K bertema budaya Indonesia dan merah putih, yang bisa dibeli seharga US$5 atau setara Rp82.214.

“Inilah kesempatan kalian untuk mengubah kata-kata jadi tindakan. Aku sudah menyiapkan berkas perkara, menurunkan harga karyaku semurah mungkin. Sekarang bola ada di pihak kalian,” kata Miran.

Ia menegaskan bila target dana hukum tercapai, dirinya berkomitmen menyewa pengacara, mengajukan tuntutan, hingga hadir di pengadilan. “Aku akan melakukannya dengan keyakinan bahwa aku tidak sendirian, bahwa komunitas ini berdiri di belakangku,” tegasnya.

Sebelumnya, Miran sempat menghebohkan jagat maya setelah muncul di kolom komentar YouTube akun Dibalik Mindplace. Ia mengklaim sebagai pencipta karakter dalam film Merah Putih: One for All dan mempersoalkan ketiadaan bayaran maupun apresiasi.

Menanggapi polemik itu, sutradara sekaligus produser eksekutif film Merah Putih: One for All, Endiarto, menepis tudingan plagiarisme. Ia menegaskan visual dalam film tersebut merupakan hasil kerja tim animator yang terlibat. “Sebuah film animasi itu ada kebebasan gaya. Kemiripan dengan karya lain adalah hal yang wajar di dunia kreatif,” ujarnya, Senin (11/8).

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here