Bengkulu, Spoiler.id – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menggagas pelaksanaan ujian serentak bagi siswa SD dan SMP se-Kota Bengkulu. Terobosan ini dinilai sebagai jawaban atas keresahan publik pasca dihapusnya Ujian Nasional (UN) sejak 2021, yang diganti dengan Ujian Sekolah (US) berbasis kebijakan masing-masing sekolah.
Menurut Dedy, sistem US telah menurunkan standar mutu pendidikan. Hampir semua siswa lulus tanpa hambatan, namun semangat kompetisi akademik menurun drastis. “Ujian serentak ini kami canangkan untuk mengembalikan daya saing pelajar dan memacu sekolah agar tidak puas dengan standar minimal,” ujarnya di Bengkulu, Minggu (14/9).
Dedy menegaskan, ujian serentak berstandar lokal tersebut dirancang mirip EBTANAS, namun dimodifikasi sesuai konteks Kota Bengkulu. Kebijakan ini diharapkan menjadi instrumen kompetisi sehat, memacu siswa belajar lebih giat sekaligus menumbuhkan kembali motivasi sekolah untuk meningkatkan kualitas.
“Kota Bengkulu ingin menjadi bandul inovasi pendidikan nasional. Sistem ujian serentak dua tahap ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah pusat dalam mendesain ulang standarisasi pendidikan. Saya ingin perubahan besar dimulai dari Bengkulu,” kata Dedy.
Tahap pertama ujian serentak dijadwalkan pada 15 September 2025 dengan diikuti sekitar 500 siswa SD dan SMP. Tiga siswa terbaik dari tiap sekolah akan kembali diuji pada 30 September 2025. Pemenang berprestasi akan mendapatkan apresiasi berupa laptop, namun Dedy menegaskan bahwa inti kebijakan ini adalah semangat kompetisi, bukan hadiah.
Inovasi ini juga dinilai sejalan dengan alarm global terkait rendahnya capaian pendidikan Indonesia dalam studi PISA (Programme for International Student Assessment), khususnya di bidang literasi membaca, matematika, dan sains. “Tanpa evaluasi yang terukur, kita mempertaruhkan masa depan generasi muda. Bengkulu ingin membuktikan bahwa daerah bisa mengambil inisiatif, tidak sekadar menunggu regulasi pusat,” tambahnya.
Jika berhasil, ujian serentak Bengkulu akan tercatat sebagai pilot project nasional dalam membangkitkan kembali standar evaluasi pendidikan pasca-UN.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































