Program MBG di Lebong Kembali Diaktifkan, Polisi dan Guru Gelar Trauma Healing di Sekolah

0
75
Tampilan menu MBG yang dibagikan pada siswa diduga keracunan di Lebong (Foto: Istimewa)

Lebong, Spoiler.id – Kepolisian Resor Lebong, Bengkulu, bersama para guru menggelar kegiatan sosialisasi dan trauma healing di sejumlah sekolah menjelang diaktifkannya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Program MBG yang sempat dihentikan sejak Agustus 2025 akibat insiden keracunan massal terhadap lebih dari 400 siswa kini akan kembali dilaksanakan dengan pengawasan ketat.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasi Humas Aipda Syaiful Anwar mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pendampingan psikologis itu dilakukan di 13 sekolah penerima manfaat program MBG.

“Giat sosialisasi dilakukan bersama dinas pendidikan, SPPG, kepala sekolah, dan dewan guru untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman dan lancar,” ujar Aipda Syaiful saat dikonfirmasi, Minggu (2/11/2025).

Ia menjelaskan, pihak sekolah menyambut baik dan mendukung penuh program MBG yang kembali dijalankan. Para guru juga berperan aktif memberikan pendampingan psikologis kepada siswa dan wali murid agar tidak lagi merasa takut atau khawatir terhadap insiden sebelumnya.

“Guru bersama sekolah memberikan trauma healing agar siswa siap mengikuti program MBG kembali. Harapan kami, kejadian masa lalu tidak terulang,” ujarnya.

Selain pendampingan, para guru juga diminta menyosialisasikan kembali manfaat program MBG kepada orang tua siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk menerima makanan bergizi yang disiapkan oleh dapur program.

“Kami menegaskan bila ditemukan makanan yang tidak layak, segera dilaporkan kepada pihak dapur agar tidak dibagikan kepada siswa,” kata Aipda Syaiful.

Ia menambahkan, sebelum pendistribusian ke sekolah, tim kesehatan terlebih dahulu memeriksa kualitas dan kelayakan makanan. Selain itu, proses pendataan siswa, guru, dan tenaga sekolah penerima manfaat juga terus diperbarui.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kejadian keracunan siswa di masa lalu tidak terulang kembali,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here