OnSchool Indonesia Perkuat Pengembangan UMKM dan Softskill Anak Muda di Bengkulu

0
65
Pimpinan OnSchool Indonesia, Dani Fazli. (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – OnSchool Indonesia menegaskan komitmennya dalam pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta peningkatan softskill generasi muda di Provinsi Bengkulu. Sejak berdiri pada 2021, startup asal Bengkulu ini konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyasar pelaku UMKM dan pelajar.

Pimpinan OnSchool Indonesia, Dani Fazli, mengatakan OnSchool lahir sebagai respons atas minimnya akses pelatihan softskill yang terjangkau pada masa pandemi. Menurutnya, kebutuhan pelatihan digital dan penguatan kemampuan personal di kalangan anak muda semakin mendesak.

“Banyak kursus online, tapi yang benar-benar fokus pada softskill dan pengembangan karier anak muda masih sangat minim. OnSchool hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” kata Dani.

Ia menjelaskan, perjalanan OnSchool bermula ketika tim kampusnya mewakili Universitas Bengkulu pada ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) ke-3 Kemendikbud Ristek. Untuk pertama kalinya, Universitas Bengkulu lolos hingga babak final yang diselenggarakan di Universitas Andalas. Pencapaian tersebut membuka dukungan dari banyak pihak dan memperkuat visi OnSchool untuk memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Saat ini OnSchool menjalankan sejumlah program rutin, di antaranya Grau UMKM, yaitu program pemberdayaan UMKM gratis yang telah menjangkau 276 pelaku usaha di Bengkulu. Selain itu, terdapat program Duta Kreator yang dirancang untuk mencetak kreator konten muda melalui mini bootcamp dengan materi keterampilan digital seperti desain poster, pembuatan infografis, hingga editing video. Program ini khusus menyasar siswa SMP dan SMA.

OnSchool juga mengembangkan Old School Training, yakni pelatihan berkelanjutan yang dibuka untuk masyarakat umum dengan materi yang menyesuaikan tren digital terbaru. Pelaku UMKM dapat bergabung melalui situs resmi onschool.id atau melalui akun Instagram @onschool.id. Saat ini OnSchool juga sedang melakukan migrasi sistem layanan ke umkm.onschool.id.

Meski terus berkembang, Dani mengakui OnSchool menghadapi tantangan dalam hal kolaborasi dan dukungan dari pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antar-stakeholder masih lemah, termasuk perhatian pemerintah terhadap gerakan anak muda dan perkembangan startup lokal.

“Kita masih mencari formula kolaborasi yang tepat. Dukungan pemerintah juga masih minim sehingga proses untuk naik ke level nasional menjadi lebih sulit,” ujar Dani.

Ia menambahkan bahwa sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa pelatihan selalu membutuhkan biaya yang besar, padahal OnSchool menyediakan banyak program gratis bagi peserta.

Meski begitu, Dani menegaskan OnSchool tetap berkomitmen melanjutkan gerakan pemberdayaan. “Diperhatikan atau tidak, OnSchool tetap melangkah. Fokus kami adalah memberi dampak nyata untuk masyarakat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here