Polda Bengkulu Tangkap Pelaku TPPO terkait Penelantaran PMI hingga Meninggal di Jepang

0
52
Foto ilustrasi

Bengkulu, Spoiler.id – Penyidik Subdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu mengamankan D (40), pemilik Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Bogor, Jawa Barat, yang diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penelantaran pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang. Penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan penipuan serta penelantaran PMI asal Bengkulu, termasuk kasus yang menimpa almarhumah Adelia Mesya.

Direktur Kriminal Umum Polda Bengkulu, AKBP Andjas Adipermana, melalui Kepala Subdit Renakta AKBP Julius Hadi, membenarkan bahwa penyidik telah mengamankan D dan kini tengah membawanya ke Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. “D adalah pemilik LPK di Provinsi Jawa Barat yang sudah diamankan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/12/2025).

Menurut Julius, penyidik menemukan sedikitnya tujuh warga Kabupaten Seluma yang mengaku menjadi korban penipuan dengan modus pemberangkatan PMI. Para korban telah menyerahkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah, namun tidak diberangkatkan sesuai janji. Bahkan, beberapa korban yang sudah dikirim ke Jepang justru ditelantarkan.

“Banyak korban yang menjual rumah dan harta benda agar dapat berangkat dan bekerja di Jepang, namun berujung penipuan,” kata Julius. Ia menambahkan ada pula kasus yang menyebabkan keretakan rumah tangga. “Ada yang sampai bercerai akibat persoalan ini,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, para korban membayar Rp60 juta hingga Rp150 juta untuk bisa bekerja di Jepang. Penyidik mengungkap bahwa jaringan TPPO ini memiliki struktur berlapis, mulai dari perekrut, pengangkut, penampung, hingga pihak yang menangani pengiriman korban ke luar negeri.

“Kami mohon dukungan dan doa agar kasus ini segera terungkap. Kami optimistis dapat mengusut jaringan ini sampai tuntas,” kata Julius.

Kasus ini mencuat setelah Adelia Mesya (23), PMI asal Seluma, diberangkatkan menggunakan visa wisata oleh LPK tersebut dan ditemukan telantar di Jepang hingga akhirnya meninggal dunia akibat sakit. Temuan penyidik juga menunjukkan bahwa masih ada beberapa warga Bengkulu lain yang turut menjadi korban dan kini berada dalam kondisi telantar di Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here