Kapolri Pastikan Selidiki Asal Kayu Gelondongan yang Hanyut di Banjir Sumatera

0
49
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai melakukan pertemuan tertutup sekaligus penandatanganan MoU dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli selama kurang lebih satu jam di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025) malam. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri akan melakukan pendalaman menyeluruh terkait dugaan pembalakan liar setelah banyaknya kayu gelondongan yang hanyut saat banjir melanda wilayah Sumatera. Hal itu disampaikan Sigit usai menggelar pertemuan tertutup dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam (4/12).

“Kami akan melakukan pendalaman terlebih dahulu bersama-sama dengan tim,” ujar Sigit.

Kapolri menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Polri telah menurunkan personel untuk menindaklanjuti dugaan aktivitas ilegal tersebut. Usai penandatanganan MoU, penyelidikan akan dilakukan secara terpadu bersama Kementerian Kehutanan dan satgas lintas kementerian agar proses dapat berjalan lebih cepat.

“Beberapa hari ini kami sudah turunkan personel dan kami nanti akan gabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan, dan bila perlu dengan Satgas lain, sehingga kerja tim bisa lebih cepat,” kata Sigit.

Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat tim gabungan akan bergerak dari hulu hingga hilir, terutama di titik-titik yang ditemukan gelondongan kayu.

“Dalam waktu cepat, saya minta tim segera bergerak dari hulu sampai hilir, khususnya di lokasi-lokasi yang didapati potensi pelanggaran,” ujarnya.

Sigit menegaskan langkah itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pembentukan satgas gabungan untuk menyelidiki temuan kayu gelondongan yang diduga memperparah bencana banjir dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa.

“Sesuai atensi Bapak Presiden untuk membentuk Satgas Gabungan, temuan-temuan kayu itu diduga berdampak pada kerusakan, penyumbatan, hingga adanya korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyebut kayu gelondongan yang terseret banjir Sumatera berasal dari pembukaan lahan untuk kebun sawit. Ia menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditebang tidak dibakar, melainkan ditumpuk di pinggir area pembukaan lahan.

“Ada indikasi pembukaan kebun sawit yang menyisakan log-log. Karena zero burning, kayu itu tidak dibakar, tapi dipinggirkan,” kata Hanif di Gedung DPR, Rabu (3/12).

Menurut dia, volume banjir yang besar mendorong tumpukan kayu tersebut hingga memperparah dampak bencana. “Ternyata banjir yang cukup besar mendorong gelondongan kayu itu hingga menjadi bencana berlipat-lipat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here