Tambang Emas Ilegal di Mandalika Telan Korban, Pemdes Tegaskan Area Masuk Hutan Lindung

0
81
Anggota aparat gabungan saat menutup lokasi tambang emas ilegal Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Foto Dok. Polres Lombok Tengah)

Lombok Tengah, Spoiler.id – Kepala Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mirate, menyampaikan bahwa lokasi tambang emas ilegal yang berada di dekat Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan kawasan hutan lindung dengan luas mencapai ratusan hektare.

“Lokasi itu merupakan kawasan hutan lindung dengan luas ratusan hektare,” kata Mirate di Lombok Tengah, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas tambang emas ilegal tersebut terungkap setelah adanya laporan korban jiwa. Setelah menerima informasi itu, pihak desa bersama aparat langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

“Begitu kami mendapatkan informasi, kami langsung turun melakukan pengecekan bersama aparat,” ujarnya.

Menurut Mirate, para penambang yang beraktivitas di wilayah tersebut bukan merupakan warga Desa Kuta. Ia menegaskan pihak desa menolak keberadaan tambang ilegal dan akan mengambil langkah penutupan.

“Kami menolak dan akan melakukan rapat koordinasi untuk penutupan dalam waktu dekat,” katanya.

Terkait beredarnya informasi adanya pungutan sebesar Rp1 juta untuk masuk ke kawasan tambang ilegal, Mirate belum dapat memastikan kebenarannya.
“Itu informasi yang beredar. Saya belum bisa pastikan. Yang menambang itu bukan warga Desa Kuta,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Lombok Tengah mengungkap bahwa lokasi tambang emas ilegal di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, yang menelan korban jiwa tersebut baru beroperasi sekitar satu minggu. Korban diketahui sedang melakukan aktivitas pencarian emas bersama dua rekannya. Salah satu dari mereka, berinisial ZUL, berada sekitar 1,5 meter lebih rendah dari posisi dua rekannya. Pada saat bersamaan, terdapat dua orang tidak dikenal yang juga memukul batu untuk mencari emas.

“Tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun seluruh penambang yang berada di bawah tebing. Dua korban yang tidak tertimbun langsung berupaya melakukan penyelamatan manual menggunakan tangan dan cangkul,” demikian keterangan kepolisian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here