Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan Hasilkan Investasi Rp173 Triliun

0
21
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Republik Korea (kanan) Lee Jae Myung melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). (FOTO: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Korea Selatan membuahkan komitmen investasi senilai 10,2 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp173 triliun melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kesepakatan tersebut dicapai dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” yang berlangsung di Seoul, Rabu (1/4/2026).

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama investasi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan transisi hijau, seperti tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), hingga energi terbarukan.

Selain itu, sektor industri dan manufaktur juga menjadi fokus, meliputi pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Kerja sama turut mencakup sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan properti dan infrastruktur.

“Termasuk pengembangan kawasan seperti Bumi Serpong Damai dan kerja sama antara asosiasi bisnis seperti Kadin dan KCCI untuk mendorong realisasi investasi,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan besar Korea Selatan memperkuat komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia, di antaranya pengembangan industri baja oleh POSCO serta potensi kerja sama investasi dengan Lotte bersama Danantara.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa capaian tersebut melengkapi hasil kunjungan Presiden ke Jepang sebelumnya yang menghasilkan komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun.

“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” katanya.

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah dinamika geopolitik global.

“Ini angka yang sangat signifikan karena di tengah ketidakpastian geopolitik, Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi investor dari Jepang maupun Korea,” ujar Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan iklim investasi melalui mekanisme debottlenecking, yakni penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha.

“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” kata Airlangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here