Jakarta, Spoiler.id – Polisi mengungkap kronologi dugaan pengeroyokan terhadap politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga, yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut bermula saat Ronald bersama 15 karyawan PT SKS mendatangi kantor firma hukum Michael, Putra, and Partners (MPP) di Jalan Soeroso untuk melakukan audiensi terkait gaji karyawan yang belum dibayarkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Erlyn, menjelaskan audiensi tidak berjalan sesuai rencana karena pihak yang hendak ditemui tidak hadir.
“Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif memfasilitasi mediasi di kantor polisi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Namun, situasi yang semula kondusif berubah memanas setelah muncul sekelompok orang tak dikenal yang diduga melakukan intimidasi terhadap rombongan.
“Akibat perbuatan sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan terjadi percekcokan hingga korban menerima pukulan,” kata Erlyn.
Sementara itu, Ronald menjelaskan dirinya diminta mendampingi karyawan PT SKS karena memiliki hubungan profesional sebelumnya dengan pihak kantor hukum tersebut.
“Saya diminta membantu mediasi karena pimpinan kantor hukum tersebut adalah mantan partner saya,” ujar Ronald.
Ia menuturkan, sekitar pukul 18.00 WIB, tiga orang tak dikenal datang dan mengaku sebagai petugas keamanan, kemudian meminta rombongan meninggalkan lokasi. Cekcok pun tidak terhindarkan.
Menurut Ronald, ketiga orang tersebut sempat diamankan dan diarahkan turun oleh anggota Polsek Metro Menteng.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, mereka kembali ke lantai empat dan kembali memicu keributan yang berujung pada aksi pemukulan.
“Setelah sempat dikawal turun, mereka naik kembali dan diduga sengaja membuat keributan hingga terjadi pemukulan,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik insiden tersebut.















































