Bengkulu, Spoiler.id – Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bersama tim gabungan pada Selasa (19/5/26) kemarin mengungkap sejumlah temuan kritis pada fasilitas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu.
Sidak lintas instansi ini menyasar dua lokasi, yaitu Yayasan Abdi Praya Bimantara di Jalan Mangga Raya dan Yayasan Putri Bungsu Asia di kawasan KM 9.
Tim menemukan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta beberapa pelanggaran serius terkait tata ruang dan keselamatan kerja.
Bahkan mereka mengaku belum pernah mendatangi atau didatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Di Yayasan Abdi Praya Bimantara, tim mendapati bak akhir IPAL masih mengalirkan air yang keruh serta posisi fasilitas pengolahan limbah tersebut ternyata melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB).
Tim sidak bahkan sempat terkejut, ada tiang listrik aktif yang berdiri tegak di dalam area dapur SPPG ini.
Ada pula bahan makanan yang ditemukan sudah kadaluarsa masih tersimpan rapi di dalam gudang mereka.
Daftar pegawai ternyata berbeda dengan yang dipajang, hingga temuan BPJS relawan yang ternyata masih dari subsidi pemerintah.
Sementara di Yayasan Putri Bungsu Asia, tim menemukan pipa gas dengan sambungan las yang sudah berkarat bahkan ada yang diakali dengan diikat menggunakan tali.
Selain itu bak penampungan IPAL mereka masih menggunakan metode sedot, didapati bak minim penyaringan tersebut sedang dipenuhi limbah berbau menyengat.
Ompreng makanan yang kembali dari sekolah, ternyata masih mereka cuci diatas lantai tanpa menggunakan meja seperti standar yang sudah ditentukan.
Selain masalah limbah, tim gabungan yang melibatkan BPOM, Dinas Kesehatan, dan BPJS juga mencatat adanya temuan makanan tanpa label halal serta kerentanan pada sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan, menegaskan seluruh temuan ini akan ditampung oleh Komisi IV DPRD untuk diteruskan ke tingkat pusat.
“Temuan-temuan hasil pemeriksaan dari yang kita lakukan hari ini itu nanti kita tampung. Nanti otomatis dari komisi akan menyampaikan hasilnya ke kita regional, lalu kita akan menaikkan surat itu ke Dewan Pengawas (Tawas) untuk ditindaklanjuti,” ujar Iqbal di lokasi.
Iqbal menambahkan, dapur-dapur yang sempat diverifikasi pada tahap percepatan tahun 2025 lalu kini langsung dievaluasi total demi perbaikan fasilitas dan pemenuhan standar administrasi.
Banyaknya temuan ini semakin menguatkan bahwa sistem pengawasan yang selama ini dilakukan ternyata memang benar lemah.

















































