Bengkulu, Spoiler.id – Keluarga besar Tabut di Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa keberadaan mereka merupakan bagian dari upaya pelestarian tradisi dan pengembangan seni budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen para pelestari Tabut untuk menjaga kemurnian nilai budaya sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat bahwa seluruh rangkaian ritual maupun Festival Tabut dilaksanakan semata-mata untuk melestarikan warisan budaya Bengkulu.
Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen, Achmad Syiafril, mengatakan keluarga besar Tabut memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelangsungan tradisi agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
“Kami, keluarga besar Tabut, menegaskan bahwa kami adalah pelestari tradisi dan penggiat seni budaya yang mewarisi adat Tabut secara turun-temurun di Provinsi Bengkulu. Keikutsertaan kami dalam setiap rangkaian ritual dan Festival Tabut semata-mata bertujuan untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” kata Achmad Syiafril, Sabtu (20/6/2026).
Ia menegaskan keluarga besar Tabut tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi maupun kelompok yang bertentangan dengan ideologi negara serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami tidak berafiliasi dengan organisasi atau kelompok yang bertentangan dengan ideologi negara maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh kegiatan yang kami laksanakan berlandaskan nilai-nilai budaya, persaudaraan, gotong royong, serta menghormati hukum dan ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Achmad Syiafril, tradisi Tabut merupakan warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Bengkulu dan harus terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga Tabut, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap pelaksanaan tradisi Tabut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta terus mendukung pelestarian budaya Tabut sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkulu,” katanya.
Achmad Syiafril berharap semangat menjaga budaya dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat persaudaraan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Provinsi Bengkulu.
“Mari kita rawat budaya, perkuat persaudaraan, dan jaga Bengkulu tetap aman, damai, serta harmonis,” tutupnya.















































