Pemprov Bengkulu Apresiasi Program PEKA, Dorong Penerima Manfaat Mandiri Secara Ekonomi

0
15

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang dinilai dapat mendorong penerima manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan untuk semakin mandiri secara ekonomi.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar saat mengikuti kegiatan Program PEKA di Aula Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Selasa (18/8/2026).

Khairil mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata dalam memperluas manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan. Selain memberikan rasa aman bagi pekerja, PEKA diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas berbagai program yang terus dikembangkan dalam rangka memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi masyarakat pekerja,” kata Khairil.

Menurut dia, dukungan melalui Program PEKA perlu dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian keluarga.

“Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Khairil menilai pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat perlindungan sosial tidak berhenti pada aspek perlindungan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Literasi dan Inklusi Keuangan Bengkulu Melampaui Nasional

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi menyampaikan capaian positif Provinsi Bengkulu dalam literasi dan inklusi keuangan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Ayu mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat Bengkulu pada 2026 mencapai 72,36 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.

Sementara itu, tingkat inklusi keuangan Provinsi Bengkulu mencapai 93,88 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen.

“Tingkat literasi keuangan masyarakat Provinsi Bengkulu tahun 2026 mencapai 72,36 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 69,57 persen. Begitu pula dengan tingkat inklusi keuangan kita yang mencapai 93,88 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen,” ujar Ayu.

Menurut Ayu, capaian tersebut menunjukkan semakin baiknya pemahaman masyarakat Bengkulu terhadap produk dan layanan keuangan sekaligus semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk Program PEKA, sehingga penerima manfaat memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola dukungan yang diterima dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, OJK, serta pemangku kepentingan lainnya, program pemberdayaan diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat pekerja di Provinsi Bengkulu.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here