Mensos dan Mendiktisaintek Sepakat Beri Akses Beasiswa Perguruan Tinggi bagi Siswa Sekolah Rakyat

0
49
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menandatangani Adendum Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas Fungsi Bidang Sosial, Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Selasa (2/12/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menandatangani adendum kesepahaman (MoU) mengenai sinergi tugas dan fungsi di bidang sosial, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hilirisasi pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) agar dapat melanjutkan kuliah melalui skema beasiswa.

Menurut Gus Ipul, kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki dua jalur utama, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja melalui berbagai program vokasi.

“Lulusannya ada dua sesuai arah Presiden. Yang memang ingin kuliah, nanti kita perlu kerja sama dengan Bapak Brian hari ini. Yang ingin bekerja, kita akan kerja sama dengan banyak kementerian, lembaga, maupun pihak swasta,” ujar Gus Ipul di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (2/12).

Mensos menjelaskan terdapat lebih dari 6.000 siswa SMA Sekolah Rakyat yang akan lulus pada 2028. Untuk jenjang SD dan SMP, siswa dengan prestasi yang memadai akan diarahkan ke Sekolah Garuda, sementara lainnya melanjutkan pendidikan ke SMA Sekolah Rakyat.

Bagi siswa yang tidak menempuh pendidikan tinggi, pemerintah menyiapkan jalur penempatan kerja sebagai tenaga terampil di dalam maupun luar negeri. “Kami sudah bekerja sama dengan Kemenaker dan kementerian lainnya,” kata Gus Ipul.

Sebelum melanjutkan studi, para siswa Sekolah Rakyat akan mengikuti tes DNA Talent guna mengidentifikasi minat dan potensi mereka. “Untuk mengetahui minat bakat mereka, pada kesempatan awal ini kita membuat tes DNA talent menggunakan teknologinya Pak Ary Ginanjar,” ujarnya. Hasil tes tersebut memberikan rekomendasi bidang dan profesi, seperti kesehatan atau teknik, sesuai kecenderungan masing-masing siswa.

Sementara itu, Mendikti Saintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa calon mahasiswa dari Sekolah Rakyat akan diprioritaskan dalam program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). “Tadi kami sudah bicarakan, tentu karena adik-adik ini berasal dari Desil 1 dan 2, itu yang memenuhi standar untuk diberikan beasiswa KIP-K. Sehingga mereka dapat dipastikan menerima beasiswa itu,” kata Brian.

Brian menekankan bahwa siswa tetap harus memenuhi persyaratan masuk perguruan tinggi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan pendampingan akademik agar mereka dapat memilih jurusan sesuai kemampuan dan minat. “Justru yang akan kami lakukan adalah pendampingan supaya tidak salah memilih jurusan sesuai keinginan mereka,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here