Menhut Cabut Izin Dua Perusahaan di Mukomuko Usai Kematian Gajah Sumatera

0
11
Bangkai induk gajah dan anaknya ditemukan mati di Bengkulu. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mencabut izin Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik PT API dan PT BAT setelah ditemukan dua ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) mati di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

“Ditemukan ada dua ekor gajah yang meninggal. Oleh karena itu saya akan mencabut PBPH PT API dan PT BAT, sekaligus saya sudah perintahkan kepada gakkum agar indikasi pidana yang ada diteruskan, jadi tidak hanya sampai administratif pencabutan namun juga sampai ke pidana,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menhut menyatakan kasus kematian dua gajah tersebut juga akan diproses secara pidana. Keputusan pencabutan izin itu diambil setelah Kementerian Kehutanan melakukan evaluasi terhadap aktivitas kedua perusahaan di kawasan konsesi.

Menurut Raja Juli, pemerintah sebelumnya telah memberikan kewajiban kepada perusahaan untuk melakukan restorasi ekosistem di kawasan tersebut. Namun, hasil evaluasi menunjukkan kewajiban tersebut tidak dijalankan secara optimal.

“Khusus untuk tragedi terakhir yang dua ekor gajah meninggal di Bengkulu, kami sudah bertemu dengan teman-teman aktivis gajah dan influencer. Pak Wamen jauh-jauh hari sudah datang ke Seblat, saya pribadi juga sudah menginjakkan kaki ke sana. Kita ambil keputusan dua perusahaan, PT BAT dan PT API, untuk melakukan kewajiban restorasi ekosistem, dievaluasi ternyata tidak dilakukan,” ujarnya.

Selain tidak menjalankan restorasi ekosistem, Raja Juli juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran lain di kawasan konsesi kedua perusahaan tersebut, termasuk pembalakan liar dan penanaman sawit ilegal.

“Termasuk di dalamnya ada illegal logging dan penanaman sawit ilegal. Sudah mulai kita kuasai dengan mencabut kembali sawit-sawit yang ditanam, namun proses kewajiban mereka untuk melakukan restorasi tidak dijawabkan, maka saya perintahkan untuk dicabut,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian dua gajah Sumatera tersebut. Saat ini proses nekropsi sedang dilakukan di laboratorium di Bogor.

“Dalam konteks itu sekarang sedang necropsy, dicari penyebabnya apa. Sekarang sudah di lab di Bogor, nanti akan kita umumkan apa penyebabnya,” ujar Raja Juli.

Sebelumnya, dua ekor gajah Sumatera ditemukan mati di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, pada Rabu (29/4). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menerima informasi awal dari laporan masyarakat.

Pada Kamis (30/4), tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan melakukan verifikasi lapangan serta penanganan awal, termasuk persiapan tindakan nekropsi atau otopsi terhadap bangkai gajah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here