Usai Camat Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan, Dikbud Pastikan Error TKA Tak Pengaruhi Nilai Siswa

0
11

Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, memastikan gangguan sistem yang sempat terjadi saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak merugikan peserta maupun mempengaruhi hasil nilai yang diperoleh siswa.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul insiden yang terjadi di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan pada 29 Mei 2026, ketika Camat Seginim diduga meluapkan emosi hingga memecahkan kaca meja terkait pelaksanaan TKA.

Lusi menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA telah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah daerah bersama pihak sekolah. Persiapan meliputi sosialisasi, simulasi pelaksanaan ujian, hingga pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tes berbasis daring.

“Alhamdulillah berkat perhatian pemerintah daerah, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan TKA secara penuh online sudah mencukupi,” kata Lusi di Bengkulu Selatan, Kamis (4/6).

Selain menyiapkan infrastruktur pendukung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga melakukan pengadaan buku-buku penunjang Tes Kemampuan Akademik yang dibagikan kepada siswa sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian.

Menurut Lusi, seluruh tahapan persiapan dilaksanakan berdasarkan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat serta arahan dari Bupati Bengkulu Selatan dan Sekretaris Daerah agar pelaksanaan TKA perdana secara nasional dapat berjalan optimal.

“Seluruh persiapan kami lakukan sesuai regulasi kementerian dan arahan pimpinan daerah agar pelaksanaan TKA perdana ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait gangguan sistem yang terjadi saat ujian berlangsung, Lusi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak terhadap durasi pengerjaan maupun hasil penilaian siswa.

Ia menjelaskan sistem hanya menghitung waktu ketika peserta aktif mengerjakan soal. Saat terjadi gangguan atau error, waktu pengerjaan otomatis tidak berjalan sehingga tidak mengurangi kesempatan siswa menyelesaikan ujian.

“Misalnya waktu yang diberikan 90 menit, maka yang dihitung hanya saat anak benar-benar mengerjakan soal. Ketika terjadi gangguan sistem, waktu tersebut tidak ikut terhitung,” jelasnya.

Menurut dia, potensi gangguan teknis memang dapat terjadi dalam pelaksanaan ujian berbasis daring. Namun sistem telah dirancang agar tidak merugikan peserta didik.

Selain itu, pengawasan pelaksanaan TKA juga dilakukan secara ketat. Setiap ruang ujian telah dilengkapi kamera pemantau yang terhubung langsung dengan pihak kementerian untuk memastikan pelaksanaan tes berlangsung sesuai prosedur.

Dikbud Bengkulu Selatan berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dapat menjadi instrumen evaluasi yang objektif sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah tanpa mengurangi hak peserta didik dalam memperoleh penilaian yang adil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here