LPI: Kedekatan dengan Jokowi Tingkatkan Citra Positif PSI

0
9

Jakarta, Spoiler.id – Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei yang menunjukkan sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan citra positif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di mata publik.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, mengatakan temuan tersebut mencerminkan realitas politik Indonesia yang masih dipengaruhi kuat oleh figur tokoh.

“Terhadap PSI, terjadi perpindahan persepsi dari figur kepada partai,” kata Fernando dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra positif partai tersebut.

Rinciannya, sebanyak 37,7 persen responden menyatakan kedekatan tersebut dapat meningkatkan citra PSI, 26,4 persen menilai cukup dapat meningkatkan, dan 6,1 persen menyebut sangat dapat meningkatkan.

Sementara itu, 15,5 persen responden menilai kedekatan dengan Jokowi tidak dapat meningkatkan citra PSI, 10,5 persen menyatakan kurang dapat meningkatkan, sedangkan 3,8 persen responden tidak memberikan jawaban.

Survei yang sama juga menunjukkan sebanyak 77,8 persen responden menilai Jokowi memiliki pengaruh terhadap dukungan masyarakat kepada PSI.

Secara rinci, 35,8 persen responden menyebut pengaruh Jokowi cukup besar, 30,9 persen menilai cukup berpengaruh, dan 11,1 persen menyatakan sangat berpengaruh.

Di sisi lain, 16,9 persen responden menyebut Jokowi kurang berpengaruh terhadap dukungan kepada PSI, 3,5 persen menilai tidak berpengaruh, sementara 1,8 persen responden memilih tidak menjawab.

Menurut Fernando, citra positif Jokowi turut membentuk identitas politik PSI di mata masyarakat.

Ia menyebut karakter Jokowi yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki gaya kepemimpinan khas menjadi faktor yang turut diasosiasikan publik terhadap PSI.

Temuan survei menunjukkan sebanyak 64,9 persen responden menilai PSI sebagai partai yang merakyat seperti Jokowi.

Rinciannya, 30,5 persen responden menyebut PSI cukup merakyat, 25,5 persen menilai merakyat, dan 8,9 persen menyatakan sangat merakyat.

Sementara itu, 21,4 persen responden menilai PSI kurang merakyat, 11,7 persen menyebut tidak merakyat, dan 2 persen responden tidak memberikan jawaban.

Pada aspek kepemimpinan, sebanyak 62,8 persen responden menilai PSI mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi.

Sebanyak 32,3 persen responden menyebut PSI cukup mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi, 24,6 persen menilai mencerminkan, dan 5,9 persen menyatakan sangat mencerminkan.

Adapun 17,9 persen responden menyebut PSI tidak mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi, 12,1 persen menilai kurang mencerminkan, sedangkan 7,3 persen responden memilih tidak menjawab.

Fernando menilai berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa di mata publik, PSI dan Jokowi telah menjadi satu kesatuan identitas politik.

“Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi komunikasi politik partai yang konsisten sejak bergabungnya pendukung Jokowi ke PSI hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum,” ujarnya.

Survei bertajuk “Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat” itu digelar secara daring pada 10-17 Juni 2026 di 32 provinsi dengan melibatkan 1.922 responden.

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan tingkat pendidikan.

Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Survei tersebut memiliki tingkat kesalahan atau margin of error sebesar plus minus 2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here