Kemhan Ganti Latsarmil Calon Manajer KDMP dengan Bela Negara dan Manajerial

0
14

Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghapus materi pelatihan menembak dalam program pembekalan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah Kementerian Pertahanan menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta SPPI. Sebagai penggantinya, peserta akan mengikuti Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Menurut Rico, format pelatihan yang baru juga mengurangi berbagai kegiatan fisik serta materi yang berkaitan dengan latihan kemiliteran.

“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Rico di Jakarta, Senin (29/6).

Ia menjelaskan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembelajaran setelah lima peserta latsarmil meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di satuan pendidikan TNI.

Selanjutnya, pelatihan akan menggunakan sistem, materi pembelajaran, dan nama program yang baru dengan fokus pada penguatan karakter peserta.

Materi pelatihan akan lebih menitikberatkan pada pembentukan kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta peningkatan kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola koperasi.

“Fokus pelatihan diarahkan pada nilai kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” ujar Rico.

Selain melakukan penyesuaian materi, Kemhan juga akan memperketat pengawasan terhadap kondisi kesehatan peserta agar seluruh proses pendidikan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Program latihan dasar kemiliteran sebelumnya menjadi perhatian publik setelah lima peserta meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang berbeda-beda, di antaranya heat stroke, tuberkulosis, dan henti jantung.

Menyusul peristiwa tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program latsarmil bagi calon pengelola Koperasi Merah Putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here