Indonesia, Australia, dan Timor Leste Perkuat Pertukaran Informasi Intelijen

0
10

Jakarta, Spoiler.id – Indonesia, Australia, dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menyepakati penguatan mekanisme pertukaran informasi intelijen sebagai langkah strategis untuk mencegah dan memberantas berbagai bentuk kejahatan transnasional yang memanfaatkan kawasan perbatasan sebagai jalur operasi.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Trilateral Meeting yang mempertemukan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) di Polres Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengatakan Polda NTT siap menindaklanjuti hasil pertemuan melalui jajaran kewilayahan agar kesepakatan tersebut diwujudkan dalam langkah operasional yang terukur.

“Kapolda NTT menegaskan sinergi antara Polri, AFP, dan PNTL harus terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif, pertukaran informasi yang cepat, serta koordinasi yang efektif agar setiap potensi ancaman kejahatan transnasional dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” kata Henry di Kupang, Selasa.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan memperkuat sistem respons bersama dalam menghadapi kejahatan lintas negara sekaligus menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste hingga jalur menuju Australia.

Penerjemah Madya Divhubinter Polri, Kombes Pol. Juara Silalahi, mengatakan ancaman kejahatan transnasional tidak mengenal batas wilayah sehingga membutuhkan kolaborasi antarnegera yang lebih erat.

“Pertemuan trilateral ini merupakan wujud nyata komitmen kita untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman yang tidak mengenal batas negara,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut mampu membangun mekanisme pertukaran informasi intelijen yang lebih cepat, akurat, dan aman sehingga berbagai potensi ancaman dapat dicegah sejak dini.

Menurut Juara, hasil pembahasan dalam pertemuan itu akan menjadi bagian dari penguatan kerja sama kepolisian lintas negara, termasuk mempercepat pertukaran informasi di lapangan sebagai langkah utama mencegah kejahatan transnasional.

Sementara itu, Federal Agent AFP Dili Sarah Hammond menilai Indonesia, Timor Leste, dan Australia menghadapi tantangan keamanan yang saling berkaitan karena kedekatan geografis ketiga negara.

“Kami melihat jaringan kejahatan masih memanfaatkan jalur laut dan darat di kawasan ini sebagai rute transit. Ancaman tersebut tidak dapat ditangani oleh satu negara saja, sehingga pertukaran informasi dan kerja sama trilateral menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan AFP berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Polri dan PNTL dalam penanganan penyelundupan manusia, perdagangan orang, peredaran narkotika, hingga penyelundupan bahan kimia ilegal.

Hal senada disampaikan Chief Superintendent Border Police Unit PNTL, Calisto Gonzaga. Menurutnya, penguatan pertukaran informasi intelijen perlu diikuti dengan peningkatan patroli bersama, operasi gabungan, serta pengembangan kapasitas personel untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara.

Dalam sesi diskusi, delegasi dari ketiga negara juga membahas berbagai persoalan aktual di wilayah perbatasan, mulai dari penyelundupan orang dan barang, perdagangan orang, pencurian ternak, pencurian kendaraan bermotor, hingga pelintas batas ilegal yang masih memanfaatkan jalur laut dan jalur tidak resmi.

Pewarta : Restu Edi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here