Wamena, Spoiler.id – Pelaku penembakan dua warga sipil di sekitar lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Walesi, Papua Pegunungan, diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap III Ndugama.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Tri Purwanto mengatakan dugaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil penyelidikan terhadap insiden penembakan yang terjadi saat pelaksanaan FBLB 2026.
“Memang dari hasil penyelidikan terungkap pelaku penembakan terindikasi anggota KKB dari Kodap III Ndugama,” kata Purwanto, dikutip dari Antara, Minggu (9/8/2026).
Dalam insiden tersebut, dua warga sipil mengalami luka tembak. Keduanya yakni Laode Muhammad (43) dan Salbia (50).
Muhammad mengalami luka tembak pada bagian lutut, sedangkan Salbia terkena tembakan di paha kanan. Kedua korban kemudian mendapat penanganan medis di RSUD Wamena.
Penembakan terjadi di wilayah Walesi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.50 WIT, ketika Festival Budaya Lembah Baliem 2026 tengah berlangsung.
Lokasi kejadian berada sekitar 500 meter dari pintu masuk area festival. Saat itu, kedua korban disebut sedang dalam perjalanan menuju lokasi FBLB untuk menyaksikan kegiatan budaya yang telah berlangsung sejak Jumat (7/8/2026).
Namun, dalam perjalanan, keduanya diduga menjadi sasaran penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.
Purwanto menduga aksi penembakan tersebut berkaitan dengan kondisi kelompok bersenjata yang semakin terdesak akibat aktivitas satuan tugas TNI dalam menjaga keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
“TNI dalam upaya melindungi masyarakat, berupaya mempersempit ruang gerak KKB sehingga penembakan yang terjadi di Walesi, Sabtu (8/8) diduga untuk mengganggu situasi keamanan di tengah berlangsungnya kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB),” ujarnya.
Dia menegaskan TNI mengecam keras aksi penembakan yang menyasar warga sipil tersebut.
Menurut Purwanto, aparat keamanan akan terus melakukan upaya untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan, termasuk pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem.
“Kami mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil dan memastikan tidak akan memberikan ruang bagi KKB untuk mengganggu keamanan masyarakat,” tegasnya.
Aparat keamanan juga terus melakukan langkah pengamanan di sekitar wilayah kegiatan masyarakat guna mencegah terjadinya gangguan keamanan serta memastikan kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem dapat berlangsung dengan aman.
















































