Jakarta, Spoiler.id – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar untuk mendukung operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rajiv menilai pencairan anggaran tersebut mendesak dilakukan karena karhutla telah berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi.
“Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Nino,” kata Rajiv dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, penanganan karhutla beserta dampaknya membutuhkan langkah luar biasa dan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah meluas.
Rajiv meminta pemerintah memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan karhutla serta meningkatkan sosialisasi larangan pembakaran lahan kepada masyarakat dan korporasi.
Selain upaya pencegahan, pemerintah perlu menyiapkan langkah pemulihan ekosistem pada kawasan hutan dan lahan yang terdampak kebakaran. Salah satunya melalui penanaman kembali di wilayah yang mengalami kerusakan.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum berjalan beriringan dengan upaya pemulihan. Penyebab kebakaran harus diselidiki untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum.
“Penegakan hukum harus berjalan dan terukur sambil berjalan dengan upaya pemulihan karhutla,” ujarnya.
Rajiv mengatakan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (21/8), sejumlah kejadian karhutla masih muncul di beberapa wilayah Kalimantan.
Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, titik kebakaran kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang dan Batu Engau. Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 25,29 hektare.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kecamatan Muara Muntai, Muara Jawa dan Kota Bangun.
Total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 49,55 hektare. Kebakaran dengan luasan terbesar terjadi di Kelurahan Pendingin, yakni sekitar 42 hektare.
Rajiv mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja menangani dampak karhutla dan asap di sejumlah wilayah, termasuk BNPB, kepolisian, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
Ia meminta sinergi antarlembaga semakin diperkuat, terutama dalam melakukan pencegahan dan pendinginan dini agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Ke depan, perlu diperkuat sinergi antara Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemda dalam pendinginan dini sebelum api meluas,” kata Rajiv.

















































