Disangka Maling Saat Bertamu ke Rumah Janda, Pria di Bengkulu Utara Babak Belur dan Motornya Dibakar

0
244
Terduga pelaku SU (kiri) saat menandatangani surat pernyataan perdamaian pada Senin (26/5/2025). (Spoiler.id)

Bengkulu Utara, Spoiler.id – Seorang pria berinisial SU (54), warga Kecamatan Air Padang, Bengkulu Utara, menjadi korban salah sangka dan amuk massa saat berkunjung ke rumah seorang janda di Desa Gunung Selan, Minggu (25/5/2025).

Akibat kesalahpahaman itu, SU mengalami luka di wajah dan kehilangan sepeda motornya yang dibakar warga.

Warga yang curiga terhadap keberadaan SU menudingnya sebagai pelaku pencurian yang selama ini meresahkan lingkungan mereka. Saat hendak ditanya, SU justru berusaha menghindar, sehingga semakin memperkuat dugaan warga. Padahal, ia hanya berniat bertamu.

“Kami amankan korban dalam kondisi luka di area mata dan bibir, serta sepeda motornya sudah dalam keadaan hangus terbakar,” ujar Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Utara, Ipda Muhammad Rizky Dirgantara, Senin (26/5/2025).

Pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan dan memastikan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa SU terlibat dalam tindak pencurian.

“Setelah interogasi dilakukan, tidak ditemukan bukti bahwa SU adalah pelaku pencurian seperti yang dituduhkan,” lanjut Rizky.

Guna menyelesaikan insiden ini secara damai, pihak desa dan keluarga SU menempuh jalur mediasi. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Desa Gunung Selan, melalui Kepala Desa Amir Hamzah, menyepakati pemberian uang ganti rugi sebesar Rp5 juta kepada SU.

“Sebagai bentuk permintaan maaf dan pemulihan, kami sepakat untuk memberikan kompensasi kepada korban sebesar lima juta rupiah,” terang Amir.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika SU berkunjung ke rumah seorang janda di kawasan Desa Gunung Selan. Saat hendak kembali, warga yang tengah aktif berpatroli karena maraknya kasus pencurian, memergoki SU keluar dari area semak-semak dekat permukiman. Aksinya dianggap mencurigakan, apalagi ia enggan menjawab saat ditanya dan memilih menghindar.

Hal ini membuat warga tersulut emosi. Mereka segera mengejar dan menangkap SU, lalu memukulinya secara beramai-ramai. Motor yang dikendarainya pun dibakar karena diduga milik pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) yang sebelumnya terjadi di desa tersebut.

Kepala Desa Gunung Selan, Amir Hamzah, yang datang ke lokasi kejadian, sempat mencoba melindungi SU. Namun, kondisi massa yang sudah emosi tak terkendali membuat penganiayaan dan pembakaran tak terhindarkan.

“Waktu saya tanya, dia bilang cuma berkunjung ke rumah kenalannya. Tapi warga sudah ramai dan tidak bisa dibendung,” jelas Amir.

Sosok SU

SU diketahui merupakan seorang petani sawit yang kerap beraktivitas di wilayah Bengkulu Utara. Salah satu anaknya bahkan tinggal di Desa Gunung Selan. Menurut warga sekitar, SU sering menjual hasil panen sawit ke pengepul di desa setempat.

“Dia bukan orang asing di sini. SU memang sering datang untuk urusan sawit,” kata salah satu warga, Dewantara.

Keengganan SU mengakui kunjungannya ke rumah janda tersebut disinyalir menjadi penyebab ia dicurigai. Ia memilih diam dan mencoba menghindar saat didekati warga, diduga karena malu.

Penanganan dan Imbauan Polisi

Setelah kejadian, SU dibawa ke Polres Bengkulu Utara untuk mendapat perawatan dan kejelasan status hukumnya. Polisi juga memastikan bahwa insiden tersebut tidak berujung pada tuntutan hukum, karena kedua belah pihak telah berdamai secara tertulis.

Namun demikian, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri.

“Kalau ada yang dicurigai, silakan tangkap dan laporkan. Tapi jangan lakukan kekerasan. Serahkan kepada aparat hukum untuk diproses,” tegas Ipda Rizky.

Uang kompensasi disepakati dibayar maksimal dalam tiga hari ke depan, dan seluruh pihak menyatakan tidak akan memperpanjang masalah ini secara hukum, kecuali kesepakatan dilanggar.

Pewarta: Joni/Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here