Jakarta, Spoiler.id – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya peran aktif pemerintah Indonesia dalam menyikapi konflik internasional dengan tetap berpegang teguh pada amanat konstitusi UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa serta berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.
“Dalam menyikapi sejumlah konflik antarnegara yang terjadi saat ini, konstitusi kita mengamanatkan agar pemerintah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Lestari Moerdijat dalam sambutan tertulisnya pada diskusi daring Forum Denpasar 12, Rabu (25/6).
Diskusi tersebut mengangkat tema “Senjata Nuklir atau Pergantian Rezim? Perkembangan Perang Israel-Iran” dan menghadirkan sejumlah pakar serta pengamat hubungan internasional.
Indonesia Harus Aktif Wujudkan Ketertiban Dunia
Lestari atau akrab disapa Rerie, mengingatkan bahwa sebagai bagian dari tujuan bernegara, Indonesia wajib turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia menilai, perkembangan konflik geopolitik dalam beberapa bulan terakhir memberikan dampak signifikan bagi sektor ekonomi dan politik nasional.
“Dampaknya sangat terasa, baik langsung maupun tidak langsung, terutama dalam sektor ekonomi nasional. Maka para pengambil kebijakan harus mengambil langkah strategis yang tepat,” tegasnya.
Dampak Serangan Israel-Iran Terhadap Ekonomi Global
Sementara itu, pengamat militer Jaleswary Pramodhawardani menilai serangan Israel ke Iran pada 13 Juni 2025 bukanlah kejadian biasa, melainkan pergeseran fundamental dalam dinamika kawasan, apalagi dengan keterlibatan Amerika Serikat. Ia memperkirakan konflik ini dapat memicu disrupsi besar pada perdagangan minyak dan menimbulkan ketidakstabilan ekonomi global.
“Indonesia harus mampu menyiapkan strategi cepat untuk merespons dampak negatif dari konflik ini, terutama dalam sektor ekonomi,” ujar Jaleswary.
Ia mendorong upaya de-eskalasi konflik melalui jalur diplomasi bilateral dan multilateral, serta mendesak pemerintah menyusun strategi jangka pendek yang terukur dan tanggap krisis.
Konflik Diprediksi Belum Akan Berakhir
Peneliti CSIS Pieter Pandie dalam paparannya menyebut bahwa saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi akhir dari konflik Israel-Iran. Menurutnya, gencatan senjata yang ada sangat rapuh dan berpotensi diabaikan oleh kedua pihak.
“Jadi, masih sulit memperkirakan kapan dan bagaimana konflik ini akan berakhir,” katanya.
Diskusi juga menghadirkan mantan Dubes RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, serta Dosen Hubungan Internasional UI Broto Wardoyo, yang turut memberikan perspektif mengenai tantangan diplomasi Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat ini.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025














































