Indonesia dan Rusia Sepakati Deklarasi Kemitraan Strategis, FTA dengan EAEU Rampung

0
84
Presiden Prabowo Subianto dalam acara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia, Jumat (20/6/2025). (Spoiler.id)

Jakarta, Spoiler.id – Kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Federasi Rusia. Dalam pertemuan bersejarah bersama Presiden Vladimir Putin, kedua kepala negara menyepakati Deklarasi Kemitraan Strategis Rusia–Indonesia sebagai wujud konkret dari komitmen memperdalam kerja sama lintas sektor di tengah dinamika geopolitik global.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, serta partisipasi Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, salah satu forum ekonomi paling prestisius di dunia.

“Kesepakatan strategis ini menjadi dasar baru dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Rusia, serta memperluas cakupan kerja sama dalam bidang pendidikan, investasi, teknologi, hingga ekonomi digital,” terang sumber resmi Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sabtu (21/6).

Sejumlah kerja sama bilateral yang disepakati dalam kunjungan ini mencakup sektor-sektor vital seperti transportasi, ketahanan energi, pertanian, dan penguatan konektivitas antar-lembaga strategis kedua negara. Hal ini mencerminkan arah baru hubungan Indonesia–Rusia yang semakin luas dan multidimensional.

Selain itu, dalam momentum penting ini, disampaikan pula kabar rampungnya perundingan substansial Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) — blok ekonomi yang diketuai Rusia dan beranggotakan Belarus, Armenia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

“Finalisasi FTA Indonesia–EAEU menjadi pencapaian penting yang diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas, meningkatkan volume perdagangan, serta menarik investasi ke sektor-sektor strategis di Indonesia,” ujar pejabat senior Kementerian Perdagangan RI.

Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis di tengah ketegangan antara Rusia dan Barat akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung. Dengan posisi sebagai negara Global South dan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia menegaskan posisi netral yang produktif dengan tetap membuka ruang dialog dan kerja sama ekonomi lintas blok.

Lebih jauh, pasca-bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS—yang juga didukung Rusia—konsolidasi posisi Indonesia dalam kemitraan non-blok yang kuat makin nyata. Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi mitra ekonomi dan investasi, keluar dari ketergantungan pada poros lama seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Rusia, dengan sumber daya energi melimpah, teknologi pertahanan dan agrikultur canggih, serta ambisi memperluas pengaruh di Asia Tenggara, menjadi mitra ideal dalam mendorong transformasi ekonomi dan teknologi Indonesia ke depan.

“Kita harus membangun kerja sama yang saling menguntungkan, bukan berdasarkan tekanan geopolitik, tapi atas dasar kesetaraan dan kepentingan rakyat,” ujar Presiden Prabowo dalam forum SPIEF 2025.

Dengan landasan komitmen baru ini, Indonesia dan Rusia diperkirakan akan mempercepat realisasi berbagai proyek kerja sama konkret, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global yang tengah mengalami pergeseran orientasi kekuatan.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here