Fahri Hamzah Usul Gaji Buruh Bisa Dipotong Otomatis untuk Cicilan Rumah

0
84
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah. (Spoiler.id)

Jakarta, Spoiler.id – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong skema pembiayaan inovatif untuk penyediaan rumah bagi para pekerja tanpa mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satu model yang ditawarkan adalah attachment earning atau skema potong gaji langsung untuk pembayaran cicilan rumah.

“Kita butuh skema pembiayaan yang tidak bertumpu pada fasilitas negara, tapi tetap memberi kepastian hukum bagi semua pihak — pekerja, manajemen, perbankan, dan pengembang. Skema attachment earning adalah jawabannya,” kata Fahri, Kamis (3/7/2025).

Menurut Fahri, model ini memungkinkan manajemen perusahaan melakukan pemotongan gaji secara langsung atas izin pekerja untuk kemudian disalurkan ke bank sebagai cicilan rumah. Proses ini dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan skema pembiayaan konvensional yang birokratis.

Ia menegaskan, bila skema ini diterapkan secara nasional, maka akan terbentuk gerakan penyediaan perumahan pekerja berbasis kolaborasi antara industri, perbankan, dan pengembang—tanpa intervensi fiskal langsung dari negara.

“Kalau berhasil, kita bisa bangun klaster-klaster perumahan pekerja di sekitar kawasan industri secara mandiri dan berkelanjutan. Ini akan menjadi gerakan nasional,” ujar Fahri.

Pemerintah, kata dia, akan memberikan dukungan melalui regulasi teknis agar semua pihak merasa aman dan terlindungi secara hukum.

Sementara itu, Anggota Satgas Perumahan Bonny Z. Minang menjelaskan bahwa skema attachment earning memungkinkan buruh memberi kuasa kepada manajemen untuk memotong gaji bulanan dan langsung menyetorkannya ke bank mitra, seperti Bank BTN.

“Bank kemudian menyalurkan dana ke pengembang, dan pekerja bisa langsung mendapatkan rumah tanpa harus melalui proses kredit rumit,” kata Bonny.

Ia menambahkan, karena skema ini menjamin pembayaran rutin, maka risiko pembiayaan bagi perbankan juga menurun signifikan. Dengan adanya komitmen potong gaji selama lima tahun, pihak bank tak perlu lagi menjalankan proses kelayakan kredit yang konvensional.

“Jika pekerja menyetujui dan manajemen menjamin pemotongan, bank bisa langsung menyalurkan pembiayaan. Ini langkah cepat yang bisa menjawab kebutuhan rumah ribuan pekerja tanpa menguras APBN,” imbuhnya.

Bonny juga mengungkapkan bahwa skema ini akan pertama kali diimplementasikan di PT Ekstrana, Cikande, Banten, dengan target awal 350 pekerja. Dalam sosialisasi awal, seluruh buruh menyatakan kesediaannya untuk dipotong gaji selama lima tahun guna mencicil rumah.

Guna menekan biaya dan memastikan keterjangkauan harga, Bonny mengatakan pihaknya akan menggandeng BUMN seperti Semen Indonesia Gresik (SIG) dan Krakatau Steel untuk penyediaan bahan bangunan, serta mencari lahan murah atau hibah dari swasta maupun masyarakat.

“Kita ingin bangun rumah yang terjangkau tapi layak. Lahan yang tidak terlalu jauh dari kawasan industri jadi prioritas agar memudahkan akses pekerja ke tempat kerja,” ujarnya.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here