Bengkulu, Spoiler.id – Sebanyak 17 komunitas Penja dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen melaksanakan prosesi sakral Tabut Tebuang, Minggu (6/7/2025), di Makam Karabela.
Prosesi ritual ini dipimpin langsung oleh Ketua KKT Bencoolen, Ir. Achmad Syiafril, yang menegaskan pentingnya pelestarian tradisi Tabut sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Bengkulu.
“Tabut Tebuang bukan hanya bagian akhir dari rangkaian ritual, tetapi juga simbol kembali sucinya diri dan penghormatan terhadap sejarah serta leluhur yang telah berjasa dalam penyebaran Islam di tanah Bengkulu,” ujar Achmad Syiafril di sela-sela prosesi.
Arak-arakan Gedang Tabut dimulai dari depan Mapolresta Bengkulu. Sebanyak 17 komunitas Penja turut serta, yakni Tabut Penja Bansal, Imam Senggolo, Panglima Kasan, Malabro, Lempuing Satu, Anggut Bawah, Kebun Beler, Tengah Padang Satu, Bajak, Kebun Ros, Lempuing Dua, Jegau, Zahra, Gabe Penurunan, Sumur Meleleh, Tengah Padang Dua, dan Tabut Samping Rutan.
Kemudian rombongan Tabut bergerak menuju Makam Karabela yang menjadi lokasi utama pembuangan, dikawal kendaraan patroli Polresta Bengkulu. Pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Makam Karabela dan dilakukan ritual pembuangan Tabut sebagai simbol pengembalian kesucian, dipimpin oleh Ir. Achmad Syiafril.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 orang masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya prosesi sakral tahunan ini.
Achmad Syiafril juga berharap kegiatan ini menjadi pengingat bagi generasi muda Bengkulu untuk tidak melupakan akar budaya dan sejarah daerahnya. “Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku aktif dalam menjaga nilai-nilai luhur tradisi Tabut,” tutupnya.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































