BRICS Dinilai Anti-AS, Trump Ancam Bubarkan dan Kenakan Tarif Tambahan

0
76
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap negara-negara anggota BRICS, dengan menegaskan rencana penerapan tarif impor tambahan sebesar 10 persen sebagai bentuk tekanan terhadap kebijakan ekonomi kelompok tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers pada Jumat (18/7), waktu setempat. Menurutnya, keberadaan BRICS tidak akan berumur panjang jika terus menantang kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

“Ketika saya mendengar tentang kelompok BRICS ini, yang katanya berisi enam negara, saya akan menyerang mereka dengan sangat keras. Jika mereka benar-benar bersatu, kelompok itu tidak akan bertahan lama,” ujar Trump, dikutip dari Reuters, Senin (21/7/2025).

Meski tidak menyebut secara eksplisit negara mana saja yang dimaksud, Trump menegaskan bahwa Amerika tidak akan membiarkan pihak mana pun melemahkan dominasi dolar AS maupun stabilitas ekonomi nasionalnya.

Sebelumnya, pada 6 Juli 2025, Trump telah menyatakan bahwa tarif tambahan 10 persen akan dikenakan terhadap semua negara yang bersekutu dengan kebijakan yang ia sebut sebagai “anti-Amerika” dari BRICS. Menurut Trump, BRICS telah dirancang untuk menggerus posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

BRICS Bantah Anti-AS, Dorong Sistem Pembayaran Baru

Negara-negara anggota BRICS telah membantah tudingan tersebut. Brasil, misalnya, telah membatalkan rencana pengusungan mata uang bersama dalam masa keketuaannya di BRICS pada 2025. Namun, aliansi itu tetap melanjutkan pengembangan sistem pembayaran lintas batas yang dikenal sebagai BRICS Pay, yang bertujuan memfasilitasi transaksi internasional menggunakan mata uang lokal.

Awalnya hanya beranggotakan lima negara—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—BRICS kini telah berkembang menjadi 11 negara dengan bergabungnya Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Ethiopia, Indonesia, dan Iran.

Indonesia sendiri baru saja resmi bergabung dengan BRICS dan diwakili langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil pada 6–7 Juli 2025. Dalam forum tersebut, beberapa pemimpin negara BRICS menyuarakan kritik terhadap kebijakan tarif AS yang dinilai menimbulkan ketidakpastian global.

Indonesia Masih Negosiasikan Penurunan Tarif dengan AS

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menegosiasikan penurunan tarif bea masuk sejumlah komoditas ekspor unggulan ke Amerika Serikat agar tidak dikenakan tarif hingga 19 persen sesuai kesepakatan bilateral sebelumnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa komoditas seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), kopi, kakao, dan nikel menjadi prioritas utama dalam negosiasi tersebut.

“Negosiasi masih terus berlangsung. Presiden menyampaikan bahwa tarif resiprokal telah diputuskan 19 persen, tetapi kita masih punya ruang untuk meminta pembebasan beberapa komoditas,” ujarnya di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Susi menambahkan, pembebasan tarif ini juga sedang diupayakan untuk produk non-SDA yang memiliki nilai strategis dan dibutuhkan oleh pasar Amerika. Indonesia saat ini telah menyampaikan permohonan kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) untuk menghapus tarif atas beberapa produk tertentu.

“Mudah-mudahan beberapa komoditas kita bisa dikenakan tarif 0 persen. Jadi tidak semua barang ekspor kita terkena tarif 19 persen,” katanya.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here