
Bengkulu, Spoiler.id — Kepolisian Sektor (Polsek) Ratu Samban Kota Bengkulu menegaskan bahwa kawasan wisata Pantai Panjang serta wilayah pusat perbelanjaan modern di sekitarnya telah bebas dari praktik premanisme maupun aktivitas pengamen jalanan yang meresahkan masyarakat.
“Tidak ada tempat dan waktu untuk premanisme di kawasan wisata ini. Kami pastikan Pantai Panjang dan Kecamatan Ratu Samban bersih dari unsur premanisme,” ujar Kapolsek Ratu Samban, AKP Dendi Putra, di Bengkulu, Selasa (9/9).
Tindakan tegas diterapkan aparat kepolisian terhadap tiga pengamen yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan modern Pantai Panjang.
“Ketiga pelaku diamankan pada Senin, 8 September 2025, setelah sebelumnya kami menerima laporan pada Sabtu, 6 September. Saat ini ketiganya sudah kami tahan bersama barang bukti,” jelas AKP Dendi.
Menurut keterangan kepolisian, ketiga remaja tersebut sebelumnya telah diperingatkan oleh petugas keamanan setempat karena sering memaksa pengunjung untuk memberi uang saat mereka mengamen. Bukannya menuruti peringatan, ketiganya justru melakukan aksi pengeroyokan terhadap petugas keamanan, yang menyebabkan korban mengalami luka fisik.
“Sering atau tidak memaksa, yang jelas mereka sudah mengganggu kenyamanan publik. Pengunjung, terutama pengendara yang keluar dari pusat perbelanjaan, merasa terganggu,” kata Dendi.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, jajaran Polsek Ratu Samban terus meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan seperti malam hari, di kawasan wisata dan pusat aktivitas warga.
Pihaknya juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan warga dan pengunjung.
“Bersama masyarakat, kami bangun situasi yang kondusif. Tidak ada ruang bagi kejahatan di wilayah ini,” tutup AKP Dendi.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025














































