Jakarta, Spoiler.id – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta, akhir September 2025, meninggalkan catatan ironis dalam sejarah politik Indonesia. Forum yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan pasca kekalahan telak di Pemilu 2024, justru berubah menjadi tontonan penuh kericuhan yang membuat publik menggelengkan kepala.
Dalam satu forum, palu diketuk dua kali, aklamasi diumumkan dua kali, dan dua ketua umum lahir bersamaan: Muhammad Mardiono pada 27 September dan Agus Suparmanto pada dini hari berikutnya. Kursi yang mestinya menjadi simbol kekuasaan bahkan berubah menjadi senjata ketika emosi memuncak dan kursi beterbangan di arena sidang.
Ironi ini makin tajam bila mengingat bahwa PPP telah kehilangan seluruh kursinya di Senayan setelah gagal menembus ambang batas parlemen Pemilu 2024. Publik menyaksikan partai tanpa kursi masih sibuk berkelahi soal kursi, bukannya melakukan refleksi atas kegagalan.
Sejarah mencatat, PPP lahir pada 5 Januari 1973 dari fusi empat partai Islam. Di masa Orde Baru, partai berlambang Ka’bah itu sempat menjadi rumah besar umat Islam dan menduduki posisi kedua setelah Golkar. Namun, perjalanan panjang reformasi membuat basis pemilih tergerus hingga puncaknya pada 2024 ketika PPP tersingkir dari parlemen.
Alih-alih merumuskan strategi kebangkitan, Muktamar Ancol justru memperlihatkan konflik internal yang kian memperlebar jurang perpecahan. Padahal, generasi muda yang kini mendominasi pemilih lebih tertarik pada isu nyata seperti lapangan kerja, pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi.
Pertanyaannya, apakah PPP akan menjadi fosil politik yang hanya dikenang sebagai partai tua yang pernah ada, atau mampu bangkit dengan wajah baru yang relevan dengan zaman? Jalan keluar masih terbuka melalui rekonsiliasi, konsolidasi, dan keterlibatan kader muda. Namun jika langkah itu tak segera ditempuh, kursi terbang di Muktamar Ancol mungkin akan menjadi simbol terakhir yang diingat publik—bukan kebangkitan, melainkan kehancuran.
Oleh : M. Ikhsan Tualeka















































