Kakek Tewas Ditabrak Mobil Sampah Saat Sedang Ngopi di Depan Bengkel di Bengkulu

0
98
TKP kecelakaan yang menewaskan Fresdi Samosir (65) warga Kota Bengkulu, pada Selasa (18/11/2025). (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Kecelakaan tragis yang menewaskan seorang warga terjadi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang kakek yang sedang duduk sambil menikmati kopi di depan bengkelnya tewas setelah tertabrak mobil pengangkut sampah.

Korban bernama Fresdi Samosir (65), warga RT 3 RW 1 Kelurahan Pematang Gubernur. Insiden tersebut berlangsung tepat di depan bengkel milik korban, tempat ia biasa duduk setiap siang.

Riza Warni, menantu korban yang menyaksikan langsung kejadian itu, menyampaikan bahwa kecelakaan bermula ketika sebuah mobil Toyota Kijang pikap pengangkut sampah melaju dari arah Bentiring menuju kawasan belakang Universitas Bengkulu. Saat itu, kondisi sekitar bengkel tenang dan korban tengah duduk santai di kursi dekat pintu sambil meminum kopi.

“Hanya dalam hitungan detik mobil itu kehilangan kendali dan langsung mengarah ke tempat duduk bapak,” kata Riza Warni saat ditemui di rumah duka.

Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka parah pada bagian dada dan leher. Luka tersebut diduga akibat dorongan meja yang tertabrak mobil hingga menekan tubuh korban.

Warga sekitar segera memberi pertolongan dan membawa korban menggunakan mobil warga menuju Rumah Sampah Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

“Kami sudah berusaha membawa beliau secepat mungkin, tapi saat sampai di RSHD beliau dinyatakan meninggal,” ujar Riza.

Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIB di TPU Yayasan Darusalam yang berlokasi dekat permukiman warga.

Sosok Korban

Tetangga dekat korban, Bunyani, yang juga merupakan imam masjid di wilayah tersebut, mengenal almarhum sebagai pribadi yang tenang dan aktif dalam kegiatan sosial.

“Sosok korban di mata tetangga dikenal baik dan tidak neko-neko. Beliau orangnya pendiam, tidak banyak bicara,” ujar Bunyani.

Ia menambahkan, meski pendiam, almarhum selalu berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat di lingkungannya, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat.

“Aktif juga di masyarakat kalau ada acara di sini. Beliau selalu ikut berpartisipasi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here