Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu berencana memperkuat sektor pendidikan dengan mengadopsi sejumlah praktik terbaik dari sistem pendidikan Singapura yang dikenal kompetitif dan berstandar global. Sistem pendidikan negara itu menekankan meritokrasi, penguasaan dwibahasa, serta kurikulum komprehensif yang menggabungkan teori dan praktik.
Selama satu dekade pendidikan dasar dan menengah, siswa di Singapura mengikuti jalur pembelajaran terstruktur. Pada akhir pendidikan dasar, mereka menghadapi Ujian Kelulusan Sekolah Dasar (PSLE) yang menentukan penempatan ke jenjang berikutnya. Di tingkat menengah, terdapat beberapa jalur, seperti Express dan Normal Academic untuk persiapan GCE O-Level, serta Normal Technical yang lebih berorientasi praktik.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, siswa dapat melanjutkan ke Junior College, Politeknik, atau institusi spesialis di bidang seni dan olahraga. Kurikulum negara tersebut juga dikenal kuat pada matematika, sains, dwibahasa, serta pengembangan karakter, termasuk integritas, tanggung jawab, dan rasa hormat.
Meski diakui secara global, sistem pendidikan Singapura juga menghadapi tantangan berupa tekanan akademik yang tinggi, sehingga menuntut peran besar orang tua dalam mendampingi anak.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah dengan mencontoh keberhasilan Singapura, salah satunya melalui penguatan bahasa asing sejak tingkat dasar.
“Kita rencanakan, SD kita siapkan bahasa Inggris dan kedua bahasa Cina ke depan, membayangkan anak-anak Bengkulu masa mendatang peningkatan kualitas pendidikan anak,” ujarnya, Selasa (18/11).
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mulai mengadopsi aspek-aspek penting dari sistem pendidikan Singapura, terutama peningkatan kualitas guru, kurikulum berbasis keterampilan praktis, serta penerapan prinsip meritokrasi secara bertahap.
Dinas Pendidikan Kota Bengkulu juga diminta melanjutkan program evaluasi pembelajaran, termasuk Ujian Tobo Kito (UTK) untuk siswa SD dan SMP. Program tersebut dinilai mampu menggali potensi peserta didik sekaligus menilai efektivitas metode pengajaran.
“Ini menunjukkan komitmen terhadap evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas metode pengajaran yang diterapkan. Program ini diharapkan dapat memetakan potensi siswa secara lebih mendalam,” kata Dedy.
Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat memperkuat kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kota Bengkulu pada masa mendatang.
















































