Surau Tazkiyyatun Nafsi Bengkulu Selatan Tutup Kegiatan Suluk Ramadhan 1447 H

0
26

Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Kegiatan Khalwat Fijawat (Suluk) Pengajian Ilmu Tasawwuf Thariqah Naqsyabandiyah Indonesia angkatan ke-XXXIV pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi ditutup di Surau Tazkiyyatun Nafsi, Desa Padang Burnai, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat malam (13/3) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh guru pembimbing suluk Buya Sumirhan, ketua panitia beserta jajaran panitia pelaksana, serta para peserta suluk yang mengikuti rangkaian kegiatan selama sepuluh hari sepuluh malam.

Ketua panitia kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan suluk merupakan bagian dari pembinaan spiritual yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman ilmu tasawuf serta meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan.

“Alhamdulillah kegiatan Khalwat Fijawat atau suluk angkatan ke-XXXIV ini dapat berjalan dengan baik sejak dimulai pada 3 Maret hingga 13 Maret 2026. Kami berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar ketua panitia dalam sambutannya.

Sementara itu, guru pembimbing suluk Buya Sumirhan menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti suluk.

“Tujuan utama suluk adalah membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apa yang telah dipelajari selama sepuluh hari ini hendaknya terus diamalkan agar memberi manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” kata Buya Sumirhan.

Kegiatan Khalwat Fijawat Thariqah Naqsyabandiyah angkatan XXXIV tahun 2026 diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, Pasemah, Maras Kabupaten Seluma, Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Lampung, serta Bekasi.

Adapun peserta terdiri dari 13 laki-laki dan 12 perempuan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan suluk secara intensif selama sepuluh hari, mulai dari 3 Maret hingga 13 Maret 2026.

Rangkaian acara penutupan meliputi pembukaan, sambutan ketua panitia, sambutan perwakilan peserta suluk, arahan dari guru suluk, penutupan kegiatan, serta diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi antar peserta.

Para peserta suluk diketahui masih menginap di gedung suluk yang berada di Desa Padang Burnai, Kecamatan Bunga Mas, dan dijadwalkan akan kembali ke daerah masing-masing pada Sabtu (14/3).

Kegiatan suluk yang digelar setiap tahun ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan spiritual bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here