Bengkulu, Spoiler.id – Maskapai Garuda Indonesia dipastikan menghentikan operasional penerbangan di wilayah Bengkulu mulai 28 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil manajemen perusahaan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional dan aspek bisnis.
General Manager Garuda Indonesia Perwakilan Bengkulu, Boby Pratama, menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu–Jakarta yang belum mencapai target perusahaan.
“Evaluasi menunjukkan tingkat okupansi masih berada di kisaran 80 persen, sehingga belum memenuhi target maksimal untuk menjaga keberlanjutan operasional,” kata Boby, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, keputusan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk dinamika industri penerbangan nasional. Bahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah melakukan lobi dan pertemuan dengan manajemen Garuda Indonesia, namun belum mampu mengubah keputusan yang telah ditetapkan.
“Pihak Garuda sudah mempertimbangkan sisi bisnis secara menyeluruh, termasuk berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Boby, kebijakan penghentian operasional ini juga diterapkan di beberapa daerah lain sebagai bagian dari langkah efisiensi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri penerbangan.
Meski demikian, layanan penerbangan di Bengkulu tidak sepenuhnya berhenti. Maskapai anak usaha Garuda Indonesia, Citilink, tetap melayani rute penerbangan dari dan menuju Bengkulu.
Manajemen Garuda Indonesia juga membuka peluang untuk melakukan evaluasi kembali kebijakan tersebut, seiring dengan perkembangan permintaan pasar dan tingkat okupansi penumpang di masa mendatang.
Dengan kebijakan ini, diharapkan perusahaan dapat menjaga efisiensi operasional sekaligus menyesuaikan strategi bisnis di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin ketat.















































