Bengkulu, Spoiler.id — Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Bengkulu mematangkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan menyiapkan dua skenario pembiayaan pembangunan, yakni menggunakan pinjaman daerah atau tanpa pinjaman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin rapat koordinasi TAPD di ruang kerjanya, Kamis (8/10). Rapat tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Kepala Baperida, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Asisten III Bidang Administrasi Umum.
Pembahasan difokuskan pada rancangan KUA-PPAS yang sebelumnya telah disampaikan kepada DPRD Provinsi Bengkulu. Salah satu agenda yang kembali dibahas ialah rencana pinjaman daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan, terutama sektor infrastruktur.
Herwan mengatakan TAPD telah menyiapkan skenario anggaran dengan maupun tanpa pinjaman. Kedua opsi tersebut disiapkan sebagai bahan pembahasan bersama DPRD sebelum keputusan diambil.
“Kalau kita tidak meminjam, KUA-PPAS kita seperti ini. Kalau kita meminjam, skenarionya juga sudah kita siapkan. Dengan mekanisme pinjaman, belanja infrastruktur atau belanja modal kita bisa mencapai sekitar Rp1 triliun. Tetapi kalau tidak menggunakan pinjaman, tentu akan berkurang,” kata Herwan.
Menurut dia, rencana pinjaman melalui Bank Jabar Banten (BJB) masih diusulkan sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan daerah. Usulan tersebut telah disampaikan kepada DPRD untuk dibahas lebih lanjut.
“Sudah kita sampaikan dan sudah kita surati dewan. Ini namanya usulan, tetap kita usulkan. Selanjutnya tinggal pembahasan di Banggar dan nanti tentu akan ada kesimpulan,” ujarnya.
Herwan menegaskan pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD akan terus dilakukan untuk menentukan skema anggaran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.
Ia mengatakan TAPD dan Banggar DPRD akan mencari solusi terbaik sebelum menetapkan arah kebijakan anggaran dalam KUA-PPAS.
“Dengan Banggar, TAPD selalu berdiskusi dan membahas bersama. Jadi nanti kita cari yang terbaik,” kata Herwan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan anggaran Provinsi Bengkulu. Keputusan mengenai penggunaan pinjaman daerah akan ditentukan melalui pembahasan lebih lanjut bersama DPRD.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026
















































