Program MBG Jangkau 199 Ribu Pelajar di Bengkulu, DJPb Dorong Percepatan Pembangunan SPPG

0
57
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Muhammad Irfan Surya Wardana. (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 199.320 pelajar di wilayah itu. Pelayanan program tersebut didukung oleh 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur regional.

“Program MBG telah menjangkau sebanyak 199.320 penerima manfaat di Bengkulu. Layanan ini didukung 77 SPPG yang saat ini beroperasi,” kata Kepala DJPb Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardana, di Bengkulu, Kamis.

Irfan menjelaskan jumlah penerima manfaat diperkirakan terus bertambah hingga akhir 2025 dan memasuki 2026, menyusul pembangunan sejumlah SPPG baru yang kini masih berlangsung.

Meski capaian distribusi sudah luas, ia menilai terdapat catatan penting mengenai akselerasi pembangunan SPPG di Bengkulu. Kapasitas dapur yang ada dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan penerima manfaat.

“Kapasitas SPPG masih jauh di bawah kebutuhan. Implementasi baru mencapai 41,32 persen dari target, atau 199.320 dari total target 482.362 penerima,” ujarnya.

Akibatnya, pemerataan layanan MBG antar kabupaten belum tercapai dan beban distribusi menumpuk pada dapur yang sudah beroperasi. Irfan juga menyebut belum adanya keseragaman standar higienitas, sanitasi, dan sertifikasi SDM dapur di berbagai daerah.

“Belum ada penyeragaman sertifikasi SDM dan standar higienis-sanitasi, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan layanan seperti penutupan sementara SPPG, ketidakterpenuhinya SOP, serta kesenjangan kompetensi penjamah pangan,” kata Irfan.

Ia menegaskan percepatan pembangunan SPPG membutuhkan dukungan semua pihak demi memastikan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto itu menjangkau seluruh pelajar dan ibu hamil sebagai penerima manfaat.

“Kuota 200 SPPG sebenarnya sudah tersedia. Saat ini 77 sudah berjalan dan sisanya dalam proses verifikasi serta pembangunan. Jika seluruhnya terbangun, cakupan layanan sekolah dapat segera diperluas,” ujar Irfan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here