Kemenhan Benarkan Dua Calon Pengelola KDMP/KNMP Meninggal Saat Latsarmil

0
11

Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membenarkan dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kedua peserta yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Menurut Rico, Anisa mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Peserta tersebut mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” kata Rico dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Sementara itu, peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.

Rico menjelaskan Yonanda mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026 dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” ujarnya.

Kemenhan menegaskan seluruh peserta yang mengikuti program latsarmil telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak sebelum mengikuti pendidikan.

Selain itu, materi latihan dasar kemiliteran yang diberikan kepada peserta sipil juga telah disusun sesuai standar yang dinilai aman untuk dijalankan.

Meski demikian, Kemenhan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program latsarmil guna meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta pada kegiatan serupa di masa mendatang.

“Walau dipastikan aman, Kementerian Pertahanan tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan latsarmil agar ke depan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman,” kata Rico.

Kemenhan bersama TNI juga memastikan memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta yang meninggal dunia serta menjamin seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rico.

Program SPPI merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here