Video Keributan di Puskesmas Cahaya Negeri Seluma Viral, Kepala Puskesmas Beri Klarifikasi

0
13

Seluma, Spoiler.id — Video yang memperlihatkan keributan di lingkungan Puskesmas Cahaya Negeri, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sejumlah pegawai terlibat cekcok dengan Kepala Puskesmas Cahaya Negeri, Sefty Rindawati.

Peristiwa dalam video tersebut disebut terjadi sekitar satu bulan lalu. Namun, rekaman itu kembali beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Sefty Rindawati membenarkan adanya insiden cekcok dengan sejumlah staf. Ia menjelaskan persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman komunikasi terkait administrasi pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Memang benar terjadi cekcok. Persoalannya bermula dari masalah administrasi pencairan TPP pegawai yang saat itu memang belum selesai,” kata Sefty.

Menurut Sefty, proses administrasi pencairan TPP saat itu masih harus diselesaikan sehingga dana belum dapat dicairkan. Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan di kalangan staf bahwa dirinya sengaja menghambat pencairan TPP.

“Saya tidak pernah punya niat untuk menghambat pencairan TPP. Administrasinya memang belum selesai. Jadi kalau kemudian ada anggapan saya sengaja menghambat, itu adalah kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut sempat dilaporkan oleh sejumlah staf kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.

Sefty menyayangkan insiden tersebut direkam hingga akhirnya beredar luas di media sosial. Ia menilai situasi saat kejadian menimbulkan kesan seolah-olah perekaman dilakukan untuk menyudutkan dirinya.

“Ketika terjadi keributan dan ada salah satu staf yang emosi, staf lainnya justru sudah siap merekam. Bagi saya, situasi itu menimbulkan kesan seolah-olah kejadian tersebut sudah dipersiapkan untuk menyudutkan saya,” ungkapnya.

Sefty menduga beredarnya video tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun persepsi negatif terhadap dirinya sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri.

“Kalau tujuannya untuk menjatuhkan saya sebagai kepala puskesmas, saya serahkan semuanya kepada masyarakat dan atasan untuk menilai,” katanya.

Meski demikian, Sefty mengaku menerima dan mengikhlaskan persoalan yang telah terjadi. Ia mengatakan perlu memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai latar belakang insiden tersebut.

“Saya ikhlas dengan apa yang terjadi. Tetapi saya merasa perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa persoalan ini sebenarnya hanya masalah miskomunikasi dan administrasi,” tegasnya.

Sefty juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri atau telah dinonaktifkan dari jabatan tersebut.

Meski demikian, ia berharap persoalan internal yang terjadi tidak berdampak terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya berharap Puskesmas Cahaya Negeri tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan yang terjadi di internal kemudian berdampak pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sefty juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Kepala Puskesmas Cahaya Negeri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepada saya. Saya hanya menyayangkan apabila kejadian ini kemudian dipakai untuk menjatuhkan pribadi saya,” pungkas Sefty.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here