Bank Sampah JAKI Bengkulu Bantu Atasi Permasalahan Sampah Bengkulu

0
14
Bank Sampah JAKI Bengkulu Bantu Atasi Permasalahan Sampah Bengkulu. (Foto: Restu Ed/Spoiler.id)

Bengkulu, Spoiler.id – Permasalahan sampah masih menjadi persoalan yang terus terjadi setiap tahun di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kota Bengkulu. Sistem pengelolaan sampah yang dinilai masih terbatas membuat volume sampah terus meningkat tanpa penanganan maksimal.

Salah satu contohnya terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul yang setiap hari dipenuhi tumpukan sampah dari berbagai wilayah pemukiman masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena belum adanya solusi optimal untuk mengurangi maupun mengolah sampah secara berkelanjutan.

Di tengah kondisi itu, kelompok pecinta lingkungan yang fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah mulai mengambil peran aktif. Salah satunya adalah Bank Sampah Induk Jaga Alam Kita (BSI JAKI) bersama sejumlah bank sampah lainnya di Kota Bengkulu.

BSI JAKI menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam membantu mengurangi volume sampah melalui berbagai inovasi pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat, mulai dari energi alternatif hingga produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomis.

Selain itu, pengelolaan sampah di Bengkulu juga dinilai masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk dugaan praktik pungutan liar dalam retribusi sampah dari pemukiman warga yang dinilai belum sepenuhnya transparan terhadap pemasukan pendapatan asli daerah (PAD).

Banyak inovasi energi alternatif yang dihasilkan oleh anak bangsa. Salah satunya, Petsol Merah Putih (PMP) yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik. Sejak awal 2023, Ardi dan sejumlah rekannya yang tergabung dalam BSI JAKI (Bank Sampah Induk Jaga Alam Kita) di Jalan Keramat Teluk, RT 09 RW 06, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, telah memproduksi Bahan Bakar Alternatif (BBA) yang mereka namai PMP.

PMP dihasilkan menggunakan mesin Fast Pyrolysis generasi kelima (Faspol 5.0), yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar setara solar dan Pertamax. “Petsol Merah Putih sudah lama dimanfaatkan untuk mobil diesel, beberapa pabrik industri, pabrik tahu. Pesanan rutin kami bersyukur tiap hari ada,” ungkap Ardi.

Ia menjelaskan, penggunaan PMP memberikan efisiensi yang lebih baik dibanding bio solar.

“Misalnya, mobil Innova Reborn biasanya menggunakan bio solar dengan efisiensi 1:10 kilometer, sedangkan menggunakan PMP 1:14 kilometer, selisih empat hingga enam kilometer,” ujarnya.

Bank Sampah JAKI siap membantu pemerintah dalam mengelola sampah dan mengurangi sampah Bengkulu ungkap Ardi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here