Bengkulu, Spoiler.id — Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Bengkulu menggelar sosialisasi kuliah umum di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Senin (2/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula kampus tersebut mengangkat tema peran Polri dan generasi muda dalam menjaga keamanan serta mendorong pembangunan daerah.

Kegiatan dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, jajaran akademik dan kemahasiswaan, serta sekitar 100 mahasiswa. Dalam paparannya, Dirbinmas Polda Bengkulu menegaskan kemajuan Provinsi Bengkulu tidak hanya ditentukan sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia.
“Mahasiswa adalah motor penggerak Indonesia Emas 2045. Dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, adik-adik akan berada pada masa produktif dan memegang peran penting membangun daerah. Karena itu, bekali diri dengan ketakwaan, disiplin belajar, dan jauhi hal-hal negatif,” ujarnya.
Ia mengingatkan ancaman narkoba di Bengkulu masih didominasi sabu dan ganja. Penindakan, kata dia, terus dilakukan, namun pencegahan paling efektif berasal dari kesadaran pribadi.
“Narkoba adalah jalan pintas menuju kehancuran. Sekali terjerat, yang runtuh bukan hanya prestasi, tetapi juga keluarga dan masa depan. Katakan tegas, hindari narkoba sejak awal,” katanya.
Selain narkoba, Dirbinmas juga menyoroti maraknya judi online yang dinilai merusak sendi ekonomi dan sosial. Ia mengutip data kerugian nasional akibat aliran dana ke luar negeri yang mencapai Rp132,8 triliun.
“Awalnya diberi kemenangan besar, muncul rasa percaya diri palsu, lalu kecanduan. Pada akhirnya yang tersisa hanyalah utang dan konflik. Hentikan sebelum terlambat,” ujarnya.
Dalam aspek keselamatan berlalu lintas, ia mengingatkan tingginya angka kecelakaan berdasarkan data World Health Organization yang menyebut setiap 24 detik satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
“Tertib lalu lintas adalah bentuk paling sederhana dari kepedulian terhadap hidup. Gunakan atribut keselamatan, patuhi aturan, dan jangan gunakan telepon genggam saat berkendara,” katanya.
Dirbinmas juga mengingatkan mahasiswa agar bijak di ruang digital. Ia menilai peningkatan kejahatan siber dan penyebaran hoaks menuntut generasi muda bersikap kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Di sisi lain, ia menyoroti dampak perubahan iklim yang memicu bencana hidrometeorologi. Mengacu prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
“Menanam pohon hari ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah program lingkungan yang telah dijalankan Polda Bengkulu bersama pemangku kepentingan, antara lain Gerakan Bersih-bersih Pantai, penanaman pohon di 86 titik mako Polres dan Polsek, penanaman 10.000 pohon kelapa untuk mencegah abrasi, serta program satu pohon satu rumah yang telah menanam 1.000 pohon.
Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Polda Bengkulu juga menggagas program satu desa satu hektare. Hingga kini, realisasi mencapai 971 hektare dari total 1.514 desa di Provinsi Bengkulu.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah bibit jagung Supra Bhayangkara Merah Putih hasil persilangan varietas lokal Bukit Barisan dan Curup. Penanaman perdana dilakukan di Kabupaten Kepahiang pada Mei 2025 dengan luas tiga hektare dan menghasilkan enam ton benih saat panen Oktober 2025.
Selain itu, optimalisasi pekarangan pangan bergizi melalui budidaya uwi ungu dikembangkan sebagai alternatif cadangan pangan dan substitusi tepung impor.
Dirbinmas menegaskan Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan, dan tidak ada keamanan tanpa kesadaran hukum. Mahasiswa adalah mitra strategis Polri dalam menjaga masa depan Bengkulu yang maju dan beradab,” ujarnya.
















































